Home Kesehatan Pertama di Jateng, Losari dan Kalikabong Jadi Desa dan Kelurahan Peduli Aids

Pertama di Jateng, Losari dan Kalikabong Jadi Desa dan Kelurahan Peduli Aids

309
0
Penyematan medali kepada siswa berprestasi
          Purbalingga, 4/12 (BeritaJateng.net)  – Desa Losari Kecamatan Rembang dan Kelurahan Kalikabong Kecamatan Kalimanah resmi menjadi Desa dan Kelurahan Peduli Aids, menyusul diserahkannya Surat Keputusan (SK) Bupati pada Upacara Peringatan Hari Aids dan Hari Difabel kabupaten Purbalingga, Senin (4/12).
           SK Desa dan Kelurahan Peduli Aids diserahkan langsung kepada Kepala Desa Losari Harwanto dan Lurah Kalikabong Setyawan Priambodo. Penetapan Desa Losari sebagai Rintisan Desa Sehat Mandiri Peduli Aids berdasarkan SK Bupati Nomor 440/273 tahun 2017, sedangkan Kelurahan Kalikabong ditetapkan sebagai Kelurahan Peduli Aids berdasarkan SK Bupati Nomor 440/272 tahun 2017.
           “Tujuannya menjadi proyek percontohan peduli penanggulangan HIV Aids  di kabupaten Purbalingga. Ini menjadi kegiatan pertama di Jawa tengah dan rencananya akan dijadikan program Provinsi Jawa Tengah,” ujar Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Purbalingga Heni Ruslanto.
            Menurut Heni, proyek percontohan Desa dan Kelurahan Peduli Aids akan terus dikembangkan. Pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada kedua desa/kelurahan itu, sehingga nantinya dapat menjadi rujukan bagi desa/kelurahan lainnya. “Desa dan Kelurahan Peduli Aids bukan karena di desa itu banyak penderita HIV-Aidsnya. Namun desa yang perangkat dan warganya paham penanggulangan dan pencegahan HIV Aids, sekaligus tidak ada diskriminasi terhadap kasus ODHA,” jelasnya.
            Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM mengingatkan agar masyarakat senantiasa berhati-hati terhadap berkembangnya HIV-Aids dengan tidak mencoba-coba mendekati penyebab HIV-AIDS. Karena penyakit yang disebabkan hubungan sex tidak aman dan penggunaan narkoba suntik secara bergantian, hingga saat ini belum ada obatnya.
           Pada kesempatan tersebut, Bupati merasa prihatin dengan meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten Purbalingga. Dikatakan Bupati, untuk tingkat nasional temuan kasus HIV AIDS sejak 1987 hingga Maret 2017 diketahui sejumlah 33.152 penyandang dengan penyandang yang meninggal dunia 14. 179 orang. Sedangkan tingkat Jawa Tengah 24.569 orang dengan kasus meninggal dunia 1.554 orang.
            “Di kabupaten Purbalingga pada 2017 hingga November ini tercatat 67 orang dimana 10 orang diantaranya adalah balita dan kasus meninggal dunia sebanyak 14 orang,” katanya.
             Total balita yang terkena HIV/AIDS, lanjut Bupati, dari tahun 2010 hingga November 2017 sejumlah 22 balita.  Sedangkan total penyandang HIV/AIDS dari 2010 hingga 2017 sebanyak 168 orang dengan penyandang meninggal dunia sebanyak 14 orang. “Artinya dalam lima tahun terakhir, penyandang HIV/AIDS di kabupaten Purbalingga meningkat signifikan. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Apalagi tercatat 22 diantaranya adalah balita yang terinfeksi HIV,” tandasnya.
           Bupati menyatakan, tanggungjawab pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya menjadi tanggungjawab Komisi Penanggulangan AIDS saja. Mustahil KPA bergerak sendirian tanpa adanya sinergi dari berbagai elemen baik itu pemerintah, swasta maupun masyarakat. Pendidikan karakter, menurut Bupati menjadi benteng penyebaran HIV/AIDS di kalangan generasi muda.
           Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan Puskesmas Tergiat dalam pelayanan VCT (Voluntary Counseling and Testing) masing-masing kepada Puskesmas Kalimanah (tergiat I), Kalikajar (Tergiat II) dan Kutasari (Tergiat III). Piagam penghargaan juga diberikan kepada Relawan Peduli Aids, Pendamping ODHA, Dukungan Sebaya, Konselor VCT RSUD R dr Goeteng Tarunadibrata dan Paramedis. (yit/El)