Home Headline Pertama di Blora, 5000 Bibit Bambu di Tanam sebagai Wisata Edukasi

Pertama di Blora, 5000 Bibit Bambu di Tanam sebagai Wisata Edukasi

209

BLORA, 3/12 (BeritaJateng.net) – Pertama di Kabupaten Blora, penanaman 5000 bibit bambu dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Wilayah I Kantor Cabang Dinas Kabupaten Blora bekerjasama dengan Pemerintah desa (Pemdes) Keser, Kecamatan Tunjungan.

Penanaman ribuan pohon bambu ini, merupakan langkah awal pegembangan destinasi wisata edukasi bambu, dengan aneka jenis varietas di lahan seluas dua hektare milik desa Keser.

Kepala Desa Keser Drs. Soedjono mengemukakan penanaman bibit bambu di lahan milik desa dimulai Kamis (3/12), dengan dihadiri Camat Tunjungan Dwi Bambang Priyono SE dan Kepala Seksi Rehabilitasi Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah I Kantor Cabang Dinas Kabupaten Blora, Husain Nukman, SP, M.Si beserta pegawai dinas setempat.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Keser, memulai menanam bibit bambu yang dibantu dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan lahan yang ditanami ini adalah tanah bondo deso (kekayaan desa),” terangnya.

Kades Keser mengemukakan untuk sementara ini diberi lahan 0,5 hektare. Namun jika nanti berkembang bagus akan ditambah lahan seluas lebih kurang dua hektar.

“Itu tanah bondo deso, yang biasanya kita lelang. Harapan kita, jika nanti bisa berkembang untuk wisata edukasi bambu maka lahannya akan ditambah, yang kedepan akan dikelola oleh BUMDes Keser,” kata dia.

Dijelaskannya, dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah I Kantor Cabang Dinas Kabupaten Blora pada tahun 2020 ini diberikan 10 jenis verietas sebanyak 1.000 bibit bambu.

“Pada tahun depan akan dikembangkan lagi menjadi 5.000 bibit pohon bambu denga 30 jenis varietas. Harapannya Desa Keser ke depan menjadi pusat bambu di Jawa Tengah,” kata dia.

Menurut Kades Keser, geliat mewujudkan destinasi wisata edukasi bambu disambut dan didukung oleh kalangan remaja desa setempat.

Termasuk penanaman bibit bambu dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pemuda karang taruna dan warga desa Keser.

Kades Keser mengaku, bahwa kebetulan anak-anak muda di desa Keser sudah ada yang membuat kerajinan dari bambu sehingga ini nantinya termasuk menjadi bahan baku kerajinan yang selama ini sudah berproduksi dan sudah dipamerkan kemana-mana. Kerajinan itu berupa gelas, cangkir dari bahan bambu.

“Bahkan di sisi ada juga relawan yang membuat lukisan dari pelepah pisang (gedebog) dan sudah terkenal, namanya Mulyanto. Sehingga besar harapan kami pemudas dan warga sini semuanya bisa berkembang,” ucapnya.

Ia menyebut, bahwa semuanya sudah direncanakan oleh pemerintah desa Keser, bahkan master plannya hampir jadi.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan ekonomi masyarakat. Pengelolaannya nanti dari BUMDes, termasuk akses jalan dan lainnya nanti kita bahas lebih lanjut,” ungkapnya.

Kepala Seksi Rehabilitasi Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah I Kantor Cabang Dinas Kabupaten Blora, Husain Nukman, SP, M.Si menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan merupakan persiapan arboretum bambu di desa Keser.

“Kita tahu semua bahwa bambu merupakan komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) keunggulan di Jawa Tengah. Baru pertama ini di Blora membuat arboretum dengan sepuluh jenis varietas bambu sebanyak 1.000 bibit,” jelasnya.

Kedepannya, di tahun 2021 akan dikembangkan melalui kegiatan rehabilitasi Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah sejumlah 5.000 batang bambu dengan 30 jenis varietas bambu.

“Kedepannya kita akan mengembangkan sentra edukasi bambu juga pusat kerajinan bambu di Jawa Tengah,” terangnya.

Camat Tunjungan Dwi Bambang Priyono, SE mengapresiasi dan mendukung program tersebut.

“Sangat mendukung dan memberikan apresiasi. Semoga bisa terwujud dengan baik sehingga warga desa Keser menjadi makin maju. Mohon terus dibina dari kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah, ” ucapnya.

Sementara itu, Sri Mulyanto, salah seorang perajin desa Keser mengaku optimistis program destinasi wisata edukasi bambu akan bisa berkembang. “Antusias dan optimis bisa diwujudkan,” ucapnya. (Her/El)