Home Ekbis Permudah Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Semarang Lewat Aplikasi Go-Pay

Permudah Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Semarang Lewat Aplikasi Go-Pay

771
Kerjasama Pemkot Semarang dengan GoJek Indonesia
      SEMARANG, 30/12 (BeritaJateng.net) – Pemkot Semarang terus melakukan berbagai inovasi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Kali ini, Pemkot Semarang bekerjasama dengan Go-Pay dalam hal pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
        Pembayaran PBB melalui aplikasi berbasis android itu dilaunching Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat jalan sehat tertib pajak daerah dalam Rangka Penyampaian SPPT PBB Tahun 2019 yang diikuti Kecamatan, Kelurahan, RT dan RW se-Kota Semarang di halaman Balai Kota Semarang, Minggu (30/12/2018).
       Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, mengatakan penggunaan aplikasi Go-Pay ini sebagai usaha untuk mempermudah masyarakat dalam pembayaran PBB. Melalui inovasi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan realisasi penerimaan pajak daerah.
       “Kami ingin mempermudah warga. Kini bayar PBB tak perlu harus bawa uang cash dan datang ke Pemkot atau ke Kecamatan. Bisa langsung bayar pakai aplikasi Go-Pay,” katanya, usai peluncuran.
        Hendi meyakini kemudahan pembayaran PBB ini dapat meningkatkan penerimaan pajak daerah dari sektor PBB. Menurutnya, dari pembayaran wajib pajak yang sudah berjalan, masih ada potensi 30 persen yang bisa ditingkatkan.
        Dengan begitu, diharapkan penerimaan pajak dari PBB bisa meningkat melebihi Rp 410 miliar dari target Rp 348,5 miliar pada 2018. Di samping itu, juga dapat mengejar target penerimaan PBB pada tahun 2019 yang meningkat menjadi Rp 380 miliar.
        “Pembayaran PBB penting untuk menyangga pembangunan di Kota Semarang. Sehingga semakin tinggi penerimaan pajak maka pembangunan di Kota Semarang semakin baik,” ucapnya.
        Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan, digandengnya Go-Pay dalam hal pembayaran PBB ini dimaksudkan untuk meningkatkan penerimaan pendapatan dari sektor PBB. Sehingga diharapkan dengan mempermudah pembayaran, maka tingkat kepatuhan wajib pajak juga akan meningkat.
         “Wajib pajak bisa membayar dari rumah dan dari manapun. Dengan fasilitas ini kami yakin tahun 2019 bisa meningkatkan pencapaian pajak. Minimal bisa mencapai 80 persen dari target,” katanya.
        Ia menuturkan, inovasi pembayaran ini tak lepas dari perwujudan Semarang Smart City, masuknya Go-Pay diharapkan semakin mendorong terbentuknya Smart Society masyarakat Kota Semarang.
        Dikatakannya, masyarakat yang ingin membayar PBB menggunakan Go-Pay cuma butuh beberapa langkah mudah. Yaitu cukup dengan melakukan scan kode QR yang tersedia pada loket pembayaran PBB menggunakan aplikasi Go-Jek dan memasukkan jumlah yang harus dibayar.
        “Cukup melakukan scan code QR nanti langsung ketik jumlah nominal yang harus dibayar sesuai yang tercantum dalam SPT,” jelasnya.
         Dengan peningkatan PBB, maka Bapenda akan mampu mengejar penerimaan asli daerah (PAD) dari sektor pajak yang ditargetkan pada 2019. Pada 2018 ini, PAD Kota Semarang dari sektor pajak terealisasi Rp 1,314 triliun dari target Rp 1,238 triliun. Di mana PBB sendiri menyumbang PAD terbanyak yaitu sebesar Rp 401,1 miliar.
         Meski demikian, penerimaan PBB masih berpotensi meningkat. Dari data Bapenda, jumlah wajib pajak PBB di Kota Semarang 2018 mencapai 525.346 wajib pajak. Dari jumlah itu, potensi penerimaan yang bisa terkumpul mencapai Rp 572 miliar.
        Sementara itu, Head of Sales Go-Pay, Arno Tse, mengapresiasi sambutan dari Bapenda yang terbuka atas inovasi pembayaran non-tunai dari Go-Pay. Sebagai perusahaan teknologi asal Indonesia, Go-Pay ingin mempermudah akses layanan keuangan bagi jutaan keluarga di Indonesia terutama masyarakat yang memiliki akses terbatas terhadap layanan keuangan formal.
        “Inovasi pembayaran non-tunai di Kota Semarang tidak kali ini saja, sebelumnya telah ada yaitu pembayaran BRT Trans Semarang dan telah mendapatkan sambutan yang baik. Sejak Go-Pay diperkenalkan, transaksi non-tunai di Trans Semarang naik sangat signifikan,” katanya.
        Kolaborasi strategis antara Go-Pay dan Pemkot Semarang, kata Arno, bisa mengakselerasi cita-cita Pemkot Semarang untuk menjadikan kota lunpia ini sebagai smart city.
         “Jika masyarakat terbiasa memanfaatkan pembayaran non tunai yang transparan dan mudah, maka Pemkot Semarang dapat dengan mudah memperkenalkan inovasi digital lain yang dapat meningkatkan pelayanan publik,” ujarnya. (El)