Home News Update Permasalahan di SMA3, Hendi: Semua Pihak Jangan Saling Memvonis dan Menyalahkan

Permasalahan di SMA3, Hendi: Semua Pihak Jangan Saling Memvonis dan Menyalahkan

390
Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengunjungi SMAN 3 Semarang untuk memberi support dan motivasi pada siswa, guru dan pimpinan sekolah.

Semarang, 14/5 (BeritaJateng.net) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta semua pihak, termasuk kepada Menristek Dikti M Nasir, untuk bisa menahan diri terkait kasus yang menimpa SMAN 3 Semarang.

“Terkait problem (SMAN 3 Semarang,Red) saya minta pihak terkait untuk menahan diri, tidak saling menyalahkan, baik dari panitia, sekolah, siswa bahkan pak menteri juga tidak boleh melakukan vonis begitu saja,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Di sekolah tersebut terdapat 380 siswa jurusan IPA reguler yang semuanya gagal masuk perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Menurutnya, lebih baik bersama-sama mencari solusi yang terbaik bukan mencari pihak yang salah.

“Jadi saran saya baik itu pak Menteri, (Menristek Dikti,red), atau siapapun ya kita tahan diri dululah supaya kondusif, tidak gaduh kita cari solusi yang terbaik,”ujarnya usai sholat jumat di SMAN 3 Semarang, Jumat (13/5).

Hendi–sapaan akrab Walikota mengatakan, saat ini tim yang sudah dibentuk oleh orang tua siswa dan pihak sekolah didampingi Wakil Walikota Hevearita Gunaryanti, sedang mencari sebuah kebenaran dari sistem yang dikatakan keliru oleh pemerintah pusat. Tim itu juga kata dia, bekerja keras melakukan audit data sehingga semuanya terbuka jelas.

“Saya mempersilahkan bu Wakil mendampingi tim untuk mencari kebenaran. Sak Jane (sebenarnya) kelirunya dimana, biar orang tua siswa tuntas memahami (kasus di SMAN 3 Semarang,red),” katanya.

Menanggapi apabila tim menemukan hasil bahwa pihak sekolah yang keliru, Hendi menegaskan dalam sistem organisasi di pemerintah kota terdapat reward and punishment (penghargaan dan hukuman). Jika terbukti bersalah kata dia, pihak sekolah harus bertanggung jawab.

“Jangan sampai saya kasih sanksi tapi belum tentu mereka keliru. Makanya tim yang sudah dibentuk bisa membuka secara jelas, tidak hanya membebankan kesalahan pada sekolah semata,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan baik pada pihak sekolah maupun kepada siswa. Pihaknya juga sudah menyampaikan kepada semua sekolah agar diadakan pembekalan bagi siswanya untuk menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN) 2016.

“Saya sudah sampaikan ke sekolah-sekolah untuk menyiapkan itu (pembekalan,red). Tanggal 31 Mei akan ada tes masuk. Pembekalan itu diharapkan agar para siswa bisa diterima di perguruan tinggi negeri yang mereka inginkan,” tambahnya.

Seperti diketahui, ratusan siswa SMAN 3 Semarang dilaporkan tidak lolos SNMPTN. Padahal, saat ujian nasional, mereka rata-rata lulus dengan nilai ujian tinggi. 380 anak itu semuanya berasal dari jurusan reguler IPA. Hal ini tidak berlaku bagi jurusan lain, seperti IPS di sekolah tersebut. (Bj05)