Home News Update Perlunya Pemanfaatan Media Sosial dan Internet Dalam Pilwakot

Perlunya Pemanfaatan Media Sosial dan Internet Dalam Pilwakot

Pengamat Komunikasi Universitas Diponegoro Joyo NS Gono (tengah).
Pengamat Komunikasi Universitas Diponegoro Joyo NS Gono (tengah).
Pengamat Komunikasi Universitas Diponegoro Joyo NS Gono (tengah).

*Momentum Marketing Politik Bagi Paslon

Semarang, 26/10 (BeritaJateng.net) – Pengamat Komunikasi Universitas Diponegoro Joyo NS Gono menyebut proses Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang bukan lagi waktunya kampanye secara monolog seperti era-era sebelumnya, namun seharusnya menjadi momentum marketing politik bagi para pasangan calon (paslon).

“Ini adalah saatnya marketing politik dimana paslon dapat menjual dan memasarkan program kerja serta visi misinya melalui media sosial dan media online bukan lagi media konvensional,” ujar Joyo NS Gono di sela Rembug Sosmed yang digelar di Hotell Grasia, Minggu (25/10).

Menurut Joyo, dengan berkembangnya teknologi, model kampanye menggunakan media sosial dan media online dapat menyasar pemilih pemula dan masyarakat luas.

“Apalagi media online dan internet bukan lagi ‘milik’ remaja atau muda-mudi, orang tua dan semua kalangan sudah dapat memanfaatkan kecanggihan elektronik tersebut,” katanya.

Dijelaskan, partisipasi warga secara otonom dapat diraih dengan model kampanye seperti ini. Nantinya akan ada keterlibatan warga secara dua arah dan dapat berkomunikasi secara intens.

Kondisi ini berbeda dengan pemilu sebelumnya dimana lebih banyak digelar rapat umum dan kampanye. Dengan rapat umum, komunikasi berlaku searah tanpa ada proses tanya jawab dan diskusi antara paslon dengan calon pemilihnya.

“Ini yang akan mencerdaskan masyarakat pemilih kita. Di sini, KPU cukup menjadi juri dan bukan pemasar agar permainan politik agar tidak terjadi pelanggaran,” tukasnya. (Bj)