Home Ekbis Perkembangan Indeks Harga Konsumen, Laju Inflasi Jawa Tengah Mencapai 0,29 %

Perkembangan Indeks Harga Konsumen, Laju Inflasi Jawa Tengah Mencapai 0,29 %

151
0
Siaran pers Badan Pusat Statistik Jateng
           Semarang, 5/12 (BeritaJateng.net) – Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng mencatat selama November 2017 Jateng terjadi inflasi sebesar 0,29% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,42. Inflasi itu lebih tinggi dari nasional yang hanya 0,20%.
            Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Margo Yuwono mengatakan November ini inflasi Jaterng lebih tinggi dari nasional, namun tetap terkendali jika November 2016 yang mencapai 0,56%. Menurutnya, masyaraat tidak perlu mengkhawatirkan melihat trennya November itu jauh lebih rendah dari November 2016 yang tercatat 0,56%.
             “Yang harus diwaspasai ke depan pada Desember. Jika melihat polanya, Desember mengalami penurunan tapi akhir-akhir ini terjadi perubahan cuaca ekstrim yang bisa berpengaruh kepada pasokan, terutama untuk kelompok bahan makanan serta transportasi sehingga terganggu pasokannya,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (4/12).
             Penyebab inflasi pada bulan November, akibat pengaruh harga kelompok bahan makanan, sehingga perlu dicermati pada Desember, karena bahan makanan sensitif terhadap cuaca yang terus memburuk.
             Kelompok bahan makanan menyumbang 0,96% inflasi, disusul kelompok kesehatan sebesar 0,51%, kelompok transportasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,17%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,11%, kelompok sandang sebesar 0,10%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,04% dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01%.
           “Perlu diwaspadai pada Desember ini memungkinkan laju inflasi lebih tinggi, akibat cuaca kurang mendukung ditambah permintaan kebutuhan menjelang akhir tahun,” tuturnya.
           Penyebab utama inflasi Jateng November lalu, akibat melonjaknya harga bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, beras dan tarip rumah sakit. Sedangkan yang menahan laju inflasi adalah turunnya harga bahan bakar rumah tangga, apel, kacang panjang, gula pasir dan wortel.
            Inflasi terjadi juga merata di enam kota di Jateng terbesar disumbang dari kelompok bahan makanan seperti bawang merah kecuali Surakarta. (Nh/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here