Home Hukum dan Kriminal Perintah Diabaikan, Bangunan Karaoke Di Segel

Perintah Diabaikan, Bangunan Karaoke Di Segel

Karaoke disegel.foto/Bj15
Karaoke disegel.foto/Bj15
Karaoke disegel.foto/Bj15

Kendal,14/1 (Beritajateng.net) – Bupati Kendal Widya Kandi Susanti lagi-lagi geram dengan perilaku Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT) Alex Supriyono yang disinyalir memberikan ijin prinsip pendirian tempat Karaoke di Pantura Desa Jambearum RT 01 RW 04 Kecamatan Patebon Kendal.

Sebelum ada langkah lanjutan Widya langsung memerintahkan kepada Satpol PP bersama dengan instansi terkait dan Kepolisian untuk menutup dan memberhentikan pembangunan tempat karaoke tersebut.

Hal ini dilakukan Bupati karena warga, tokoh masyarakat dan tokoh agama sekitar lokasi pembangunan tidak setuju jika diwilayahnya berdiri tempat karaoke. “Kalau masyarakat tidak setuju dan menolak pembangunan tempat karaoke ya ditutup saja jangan dilanjutkan,” ujar Widya.

Widya mengaku tidak mau kecolongan lagi dan memastikan bahwa pembangunan tempat karaoke yang sudah ditolak warga tidak akan berdiri. Pihaknya juga akan memanggil instansi terkait dengan perijinan prinsip tersebut dan akan memanggil Kepala BPMPT Kendal Alex Supriyono.

Satpol PP dan Kepolisian serta tokoh masyarakat mendatangi lokasi pembangunan dan langsung meminta kepada para pekerja untuk menghentikan aktifitas, Rabu (14/1) kemarin.

Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Kendal Agus Prakosa langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan pekerja dan diinstruksikan kepada pekerja untukmenghentikan aktifitas.

“Saya minta semua pekerja mulai saat ini tidak lagi bekerja karena aktifitas pembangunan kami tutup sampai pihak pengelola bisa menunjukan ijinnya,” ujar Agus kepada para pekerja.

Pihaknya sebelum menutup sementara pekerjaan pembangunan tempat karaoke mengaku sudah melakukan pengawasan dan pendalaman informasi dari warga sekitar, dan setelah data-data yang terkumpul valid maka kami melakukan tindakan penutupan dan dilanjutkan penyegelan.

Petugaspun selain melakukan pendataan pekerja dan instruksi penghentian aktifitas juga memasang garis pembatas sebagai tanda bahwa lokasi disegel dari segala aktifitas. “Kami akan memberhentikan pembangunan karena belum berijin, sebagai penegak perda atas perintah Ka Satpol PP maka kami melakukan tindakan penyegelan ini,” lanjut Agus.

Sohibul (40) salah seorang warga RT01 RW 05 Desa Jambe Arum mengaku heran juga kenapa pembangunan tetap berlanjut sementara warga sekitar menolak. “kami dengan tegas menolak adanya tempat karaoke ini, tapi saya heran juga kenapa masih berlanjut pembangunannya, bahkan kemarin warga sudah memasang spanduk sebagai bentuk penolakan, tapi pagi ini malah disobek,” ujarnya. (BJ19