Home Lintas Jateng Peringati HPN, PWI Demak Gelar Seminar Kebangsaan

Peringati HPN, PWI Demak Gelar Seminar Kebangsaan

555
Peringati HPN, PWI Demak Gelar Seminar Kebangsaan

Demak, 2/2 (BeritaJateng.net) – Ratusan peserta mengikuti kegiatan pemantapan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan oleh PWI Kabupaten Demak bekerjasama dengan Kesbangpolinmas Demak, Sabtu, (2/2/2019).

Acara yang berlangsung Di Hotel Amantis Demak ini mengusung tema “Media Massa Perekat Persatuan Bangsa”.

Acara seminar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari itu, menghadirkan narasumber Sekda Demak, Singgih Setyono dan Ketua PWI Jateng, Amir Achmud.

Menurut Singgih, insan pers semestinya mengedepankan profesionalisme berupa skill dan attitude yang baik.

Selebihnya perangkat yang digunakan sesuai kondisi zaman.

“Perbanyak belajar dan latihan untuk menambah jam terbang. Selain itu, integritas dan disiplin serta tanggung jawab menjadi komponen utama bagi profesionalisme insan pers,” kata Singgih.

Singgih juga berpesan, agar para insan pers mencermati data dan informasi sebagai sumber penulisan.

“Jangan gunakan data yang sudah kadaluarsa dan sumber informasi harus primer, tidak boleh hanya dengan modal ‘kata orang/ jarene’,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Herawan, Kepala Kesbangpolinmas Demak, menyatakan bahwa peran media massa sangat penting sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa, terlebih jelang pesta demokrasi serentak April mendatang.

Herawan juga berpesan kepada audiens agar tidak apatis terhadap pemilu di Indonesia.

“Masa depan bangsa ada di tangan kita semua, sebaiknya kita cermati calon calon pemimpin Indonesia, jangan sampai apatisme kita berdampak buruk bagi bangsa,” katanya.

Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud dalam paparan materinya, menghimbau kepada semua insan pers maupun pemerhati agar mampu menjadi bagian jurnalis yang menjadi pilar bangsa melalui adab adab jurnalistik.

“Kejernihan media akan terjaga dengan tiga matra media yakni akuntabilitas, disiplin verifikasi dan kepercayaan publik,” tuturnya. (El)