Home Headline Peringatan Haul Ke 517 Ki Ageng Pandanaran Semarang

Peringatan Haul Ke 517 Ki Ageng Pandanaran Semarang

20
Peringatan Haul Ke 517 Ki Ageng Pandanaran

Semarang, 15/9 (BeritaJateng.net) – Memperingati Haul Ki Ageng Pandanaran ke 517, Warga Kota Semarang mengelar kirab budaya nusantara dan kirab pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran. Dalam tradisi ini juga dilakukan menganti kain kelambu makam Ki Ageng Pandanaran.

Kirab dimulai dengan arak arakan menuju makam Ki Ageng Pandanaran yang berada di Jalan Mugas dalam II, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Kirab budaya nusantara dan pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran dilakukan warga dengan berjalan kaki. Dalam arak arakan di bawa pula kain kelambu baru untuk menganti kelambu lama makam Ki Ageng Pandanaran, Minggu (15 September 2019).

Peringatan Haul Ke 517 Ki Ageng Pandanaran

Tidak hanya kain kelambu baru, ada pula sesajian dan gunungan yang berisi buah buahan, sayuran dan jajan pasar yang di usung warga.

Perjalanan menuju makam menempuh jarak sekitar satu kilo meter di mulai dari Taman Indonesia Kaya yang berada di Jalan Menteri Supeno.

Sesampainya di makam kelambu baru di serahkan ke pengurus yayasan makam kemudian dibawa masuk kebagian dalam makam Ki Ageng Pandanaran dengan dilanjutkan dengan berdoa bersama.

Setelah doa bersama, proses pergantian kelambu makam Ki Ageng Pandanaran pun dilakukan. Selain makam Ki Ageng Pandanaran, pengantian kqin kelambu makam juga dilakukan pada makam Pangeran Madiyo Pandan alias Maulana Ibnu Abdul Salam, dan Nyai Ageng Sejanila alias Endang sejanila alias Siti Fatimah yang tak lain istri Ki Ageng Pandanaran.

Peringatan Haul Ke 517 Ki Ageng Pandanaran

Ketua yayasan sosial Ki Ageng Pandanaran, H. Aris pandan menjelaskan  dalam acara ini juga turut hadir para budayawan dari lintas agama, komunitas pecinta dan pengiat pariwisata dan pelajar di Kota Semarang.

“Kirab ini tidak hanya merayakan tradisi, namun melalu tradisi ini diharapkan dapat menjadikan Kota Semarang lebih bersama dan bersatu dalam keragamanan yang ada sekaligus nguri nguri kebudayaan di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang,” ujar Aris.

Untuk puncak acara berlangsung pada Minggu dengan adanya tawasul Akbar oleh para habaib serta ulama.

Malam sebelumnya, ribuan jemaah dan para habaib memutihkan kompleks makam pada pembukaan Haul Ke-517 Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran.

Selama tiga hari, mulai Jumat (13/9/2019) hingga Minggu (15/9/2019), Yayasan Sosial Sunan Pandanaran menggelar Haul Ki Ageng Pandanaran ke-517. Haul dilaksanakan setiap tanggal 17 Muharam.

“Pada kegiatan ini selain mendoakan leluhur Kota Semarang sekaligus menjadi ajang untuk meningkatkan daya tarik wisata religi yang tentunya bisa menarik kunjungan wisata baik untuk warga semarang maupun luar Kota Semarang,” ungkap Indriyasari, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang usai Prosesi buka luwur atau penggantian kain kelambu penutup makam Ki Ageng Pandanaran

Ki Ageng Pandanaran merupakan Adipati 1 Smarang dan tanggal diangkatnya beliau sebagai Adipati dijadikan hari jadi Kota Semarang.Ki Ageng pandanaran lantas dianggap sebagai pelopor berdirinya Kota Semarang.

Ya meski Ki Ageng Pandanaran hidup dalam masa yang sama dengan para wali sanga, namun beliau tidak termasuk ke dalamnya. Beliau mendirikan pesantren dan menyiarkan agama Islam di wilayah yang semakin subur. Disela-sela kesuburan itu terdapat pohon asam yang jarang dalam bahasa jawa, Asem Arang, lantas wilayah itu diberi nama Semarang. (Nh/El)