Home Headline Perindo Tak Setuju Dana Parpol Rp1 Triliun

Perindo Tak Setuju Dana Parpol Rp1 Triliun

344
0

Perindo

Jakarta, 11/3 (BeritaJateng.net) – Partai Perindo menyatakan tidak setuju adanya kucuran dana untuk partai politik sebesar Rp1 triliun dan menganggap hal itu sangat ironis.

Ketua DPP Partai Perindo Yamin Tawari, M.Si. mengemukakan hal itu kepada pers di Jakarta, Rabu, menanggapi wacana yang disampaikan Mendagri Tjahjo Kumolo soal dana parpol satu triliun rupiah.

Yamin mengatakan bahwa wacana itu menunjukkan Mendagri tidak peka terhadap kesulitan yang kini dihadapi masyarakat, terutama dengan melambungnya harga kebutuhan pokok, gas, listrik, dan kebutuhan lainnya.

“Daya beli yang rendah, nilai tukar dolar yang terus merangkak naik melewati Rp13 ribu membuat barang barang naik. Masyarakat dihadapkan pada situasi membingungkan,” ujarnya.

Yamin tak menampik bahwa partai sangat membutuhkan dana untuk berbagai kegiatan kepartaian, baik di pusat maupun di daerah, termasuk kaderisasi pemimpin seperti diinginkan Mendagri.

“Akan tetapi, situasi ekonomi yang sulit, kehidupan masyarakat yang juga makin sulit serta tingkat kepercayaan publik yang cenderung rendah terhadap parpol dan elitenya, membuat wacana pemberian dana parpol sebesar itu menjadi sangat ironis,” ujar Yamin.

Alumnus Magister Komunikasi Politik UI ini mengingatkan pemerintah mempertimbangkan dengan bijak wacana dana parpol yang justru bisa berpotensi menimbulkan gerakan masyarakat (civil society) dan dapat berujung pada instabilitas keamanan.

“Oleh karena itu, Perindo tidak ingin citra pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menurun, bertambah runyam, hanya karena usulan dana parpol yang memang terkesan memanjakan parpol dan para elitenya,” kata Yamin.

Keteladanan Ketua DPP Perindo Bidang Hubung Antarlembaga ini melanjutkan, sesungguhnya parpol masih bisa bergerak melakukan kaderisasi untuk menghasilkan calon pemimpin berkualitas dan aktivitas lainnya jika para elite parpol itu membangun sikap sikap keteladanan, mulai hidup bersih hingga peduli kepada rakyat.

“Parpol dan para elitenya bisa membangun kepercayaan publik dengan secepatnya mengubah paradigma partai dan elite, yakni memberi teladan dan sikap kejujuran dalam menghadapi setiap persoalan di tengah masyarakat. Jika itu sudah dilakukan, rakyat akan percaya dan mau membantu partai,” kata Yamin.

Selain itu, parpol sudah harus memanfatkan iuran dana partai dari anggota sehingga bisa mandiri. “Kegiatan parpol pun harus disesuaikan dengan kemampuan dana parpol dan jangan memaksakan diri mengelar acara besar di hotel mewah, misalnya,” katanya. (ant/BJT1)