Home Headline Perekrutan KPPS dan PTPS Sepi Peminat, Takut Rapid Test

Perekrutan KPPS dan PTPS Sepi Peminat, Takut Rapid Test

147
Perekrutan KPPS dan PTPS Sepi Peminat, Takut Rapid Test

BLORA, 18/10 (BeritaJateng.net) – Perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) sepi peminat. Lantaran para peserta takut Rapid test.

Sebab, syarat jika ingin menjadi badan ad hoc dibawah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diwajibkan rapid test. Jika hasil rapid test itu reaktif maka tak diterima, diganti yang lain.

Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, KPU Kabupaten Blora Syaiful Amri mengatakan, sampai akhir masa pendaftaran pada (13/10), perekrutan badan ad hoc dibawahnya yakni KPPS masih ada tujuh kecamatan belum dipenuhi.

“Ketujuh Kecamatan itu masih dilakukan perpanjangan hingga Minggu (18/10),” ucap Syaiful Amri (Minggu, 18/10/2020).

Adapun Kecamatan yang melakukan perpanjangan adalah, Blora ada 10 desa di 14 TPS, Tunjungan 2 desa 5 TPS, Todanan 1 desa 2 TPS, Sambong 1 desa 5 TPS, Jepon 3 desa 30 TPS, Banjarejo 6 desa 14 TPS, Kedungtuban 1 desa 5 TPS, Jiken 3 desa 25 TPS.

Selama masa perpanjangan, lanjutnya, pendaftar semakin bertambah, kemarin Kecamatan Todanan, Sambong dan Kedungtuban sudah terpenuhi.

“Lalu Kecamatan Tunjungan tinggal satu desa, Blora tinggal tiga desa,” jelasnya

Tapi jika dalam perpanjangan belum terpebuhi maka KPU akan bersurat ke lembaga lain, seperti di lembaga sekolah, agar mengirimkan tenaganya menjadi anggota KPPS.

“Jika nanti pada akhir perpanjangan masih belum terpenuhi kuota KPPS, kita akan surati lembaga Sekolah,” imbuhnya.

KPU sendiri dalam pelaksanaan Pilkada 2020 membutuhkan 7 orang petugas KPPS di tiap TPS degan jumlah 2.198 TPS ditambah dua orang petugas ketertiban dan keamanan dimasing masing TPS. (Her/El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen + 14 =