Home Lintas Jateng Perda SUSU di Kendal Belum Maksimal

Perda SUSU di Kendal Belum Maksimal

Bupati Kendal Widya Kandi Susanti

Kendal, 18/12 (Beritajateng.net) – Upaya untuk menjadikan Kabupaten Kendal menjadi kawasan hijau dengan Peraturan Daerah (Perda) Sak Uwong Sak Uwit (SUSU) hingga saat ini rupanya belum dapat dimaksimalkan. Hal ini dikarenakan minimnya lahan untuk melakukan penanaman pohon. Oleh karena itu, Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti menekankan kepada Kepala Desa (Kades) dan Kelurahan untuk melaksanakan Perda No. 3 Tahun 2013 itu.

“Perda itu bertujuan untuk melindungi bumi dari kerusakan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tetapi hampir semua kepala desa/ kelurahan mengaku kesulitan memperoleh lahan untuk melakukan penanaman pohon,” ujarnya kepada Beritajateng.net pada Kamis (18/12).

Wanita yang akrab disapa Widya ini mengatakan seharusnya kepala desa dapat menyisakan sedikit tanah bengkoknya. Sedangkan yang tidak memiliki tanah bengkok dapat memanfaatkan bantaran sungai atau jalan desa. “Kalau bisa tanaman buah, sehingga hasilnya dapat dijual dan dimanfaatkan untuk pembangunan desa atau menambah modal usaha warga desa setempat,” lanjutnya.

Sehubungan dengan instruksi tersebut, Kades Bulak Kecamatan Rowosari, Zaenal Alimin mengaku sudah melakukan amanat Perda SUSU. Akan tetapi belum dapat dimaksimalkan lantaran lahannya masih sangat terbatas. “Kami memanfaatkan di tanah desa yang dijadikan lapangan sepak bola untuk melakukan penghijauan dengan tanaman buah. Tanaman-tanaman tersebut kami tanam di pinggir lapangan,” ungkapnya.

Perda Susu merupakan peraturan daerah yang diperuntukan bagi pasangan yang mau menikah dan keluarga yang melahirkan anak. Bagi pasangan suami istri baru diwajibkan menanam satu pohon, sedang bagi pasangan yang melahirkan anak, diwajibkan menanam pohon sesuai dengan urutan nomor anaknya. Jika anak nomor satu menanam satu pohon, jika anak yang dilahirkan nomor dua menanam 2 pohon dan seterusnya. (DK/pj)