Home News Update Kawasan Tanpa Rokok Belum Didukung Perwal

Kawasan Tanpa Rokok Belum Didukung Perwal

kawasan tanpa rokok
kawasan tanpa rokok

Semarang, 26/11 (BeritaJateng.Net) – Peraturan Daerah Nomor 3/2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok atau KTR di Kota Semarang, Jawa Tengah, belum didukung peraturan wali kota untuk mengimplementasikan regulasi itu di masyarakat.

“Perda ini sebenarnya sudah disahkan sejak satu tahun yang lalu, tetapi belum dilengkapi perwal,” kata Kepala Seksi Promosi dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang Endang Sulistyani di Semarang, Rabu.

Hal tersebut diungkapkannya usai diskusi bertajuk “Semarang Kota Sehat Bebas Asap Rokok” yang diprakarsai oleh Komunitas Peduli Kawasan Tanpa Rokok (KPKTR) di Hotel Citradream Semarang.

Ia mengakui selama ini banyak mendapatkan dorongan agar peraturan wali kota (perwal) atau semacamnya sebagai petunjuk pelaksanaan/teknis implementasi Perda KTR segera diterbitkan.

“Perwal KTR kini sudah dalam pembahasan. Selama setahun ini, kami fokus dulu untuk sosialisasi sesuai dengan anggaran yang disiapkan. Sasarannya, pertama ke tempat pelayanan kesehatan,” katanya.

Tempat pelayanan kesehatan, seperti misalnya rumah sakit (RS) dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) memang ditetapkan sebagai KTR, kemudian contoh tempat lainnya lagi seperti di angkutan umum, sekolah, dan juga tempat-tempat seperti perkantoran.

“Makanya, sosialisasi ini kami lakukan juga di lingkup satuan kerja perangkat ddaerah (SKPD), kantor kelurahan, sekolah, organisasi angkutan darat (organda), dan perhotelan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Lentera Anak Indonesia Lisda Sundari mengungkapkan keprihatinannya atas korban paparan asap rokok selama ini yang didominasi kalangan bawah lima tahun (balita).

“Data yang kami peroleh, sebagian besar yang terpapar asap rokok adalah anak sekolah. Mereka menjadi perokok pasif. Yang lebih memprihatinkan, 59.1 persen balita menjadi perokok pasif,” katanya.

Oleh karena itu, Lisda berharap masyarakat Kota Semarang aktif mendorong penerapan Perda KTR dengan menindaklanjutinya melalui perwal sehingga masyarakat terlindung dari paparan asap rokok.

“Di Indonesia, setidaknya ada lebih dari 170 kota yang memiliki Perda KTR. Dari kota-kota itu banyak yang sudah tidak lagi menggodok ataupun sosialisasi, namun sudah menerapkan,” tegas Lisda. (ant/pri)