Home Lintas Jateng Percepatan Kerusakan Jalan Melebihi Kemampuan Persediaan Anggaran

Percepatan Kerusakan Jalan Melebihi Kemampuan Persediaan Anggaran

Jalan Rusak
 
Kudus, 28/7 (Beritajateng.net)-Pemkab Kudus melalui Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya mineral (BMPESDM) sedang melakukan perbaikan kerusakan jalan. Perbaikan secara keseluruhan kerusakan dari panjang total 621,180 kilometer, diharapkan dapat dituntaskan pada 2018 medatang.

”Penanganan secara total jalan yang rusak baru dapat dilakukan pada tahun 2018,” terang Kepala Dinas BMPESDM, Sam’ani Intakoris kepada Beritajateng.net, Selasa (28/7).

Ditegaskan, tahun 2015 ini pembenahan sarana pendukung diupayakan dapat diselesaikan sepanjang sekitar 200 kilometer. Ratusan kilometer jalan tersebut diperbaiki dengan menggunakan mekanisme pembenahan rutin dan proyek publik.

Pengertiannya, lanjutnya, penanganan secara komprehensif menyangkut perbaikan secara menyeluruh pada semua jalan kabupaten yang mengalami kerusakan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Pasalnya, untuk melakukan perbaikan jalan secara sekaligus membutuhkan dana yang sangat besar.

”Namun begitu, kita tetap memperhatikan potensi percepatan kerusakan jalan. Selain peningkatan jumlah kendaraan yang melintas, hal itu juga terkait potensi overtonase kendaraan angkutan barang yang melintas,” tegasnya.

Juga dikatakan, munculnya kebijakan untuk menutup sementara jembatan timbang di beberapa lokasi di Jawa Tengah, mengakibatkan nyaris tidak adanya pantauan mengenai tonase kendaraan khususnya alat berat yang melintas.

Padahal, semakin banyak alat berat dengan tonase besar melintas dipastikan akan mempercepat kerusakan jalan.

”Belum lagi terjadinya kerusakan jalan saat terjadi bencana alam,” imbuhnya.

Kesimpulannya, masih kata Sam’ani, kerusakan jalan setiap tahun dipastikan selalu terjadi. Data yang dimilikinya, hingga akhir Desember 2014 di Kabupaten Kudus masih terdapat 70,970 kilometer jalan yang rusak berat.

Jumlah sarana penghubung yang berkondisi seperti itu berkurang dibandingkan periode 2013 (102,840 kilometer) dan 2012 (94,429 kilometer).

Meskipun upaya perbaikan selalu dilakukan, katanya, setiap tahun pada saat bersamaan juga terjadi percepatan kerusakan jalan karena beberapa faktor.

Selain faktor alam seperti banjir dan pergerakan tanah, kondisi tersebut juga dipicu beban tonase yang berlebihan serta terbatasnya sarana pendukung seperti drainase.

”Percepatan kerusakan ruas jalan yang terjadi di Kudus seringkali melebihi kemampuan Pemkab Kudus dalam memperbaikinya,” tandasnya. (BJ12)