Home Hukum dan Kriminal Perayaan Hari Bhayangkara, 10 Anggota Polri Di Sulawesi Diserang Di Tiga Tempat

Perayaan Hari Bhayangkara, 10 Anggota Polri Di Sulawesi Diserang Di Tiga Tempat

571
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Sulawesi, 2/7 (BeritaJateng.net) – Ind Police Watch (IPW) menyatakan prihatin dengan adanya tiga aksi penyerangan kepada 10 anggota Polri di tiga tempat di Sulawesi. Apalagi aksi penyerangan itu dilakukan bersamaan dengan perayaan Hari Bhayangkara. Akibat penyerangan ini satu polisi tewas dan dua luka parah.

Hal ini disampaikan Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S  Pane melalui rilisnya. Neta menjelaskan, aksi penyerangan pertama terjadi pada 1 Juli 2015 tengah malam.

“Empat kamar kos anggota Polda Gorontalo dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Beruntung keempat anggota polisi itu selamat dari serangan tapi kamar kosnya hangus terbakar,” ujarnya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, penyerangan kedua terjadi di rumah pribadi Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. “Rumah itu dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal pada Rabu dinihari pukul 02.30 WITA. Akibatnya, kaca jendela bagian depan pecah dan api membakar gorden rumah namun berhasil dipadamkan,” katanya.

Tidak berhenti disitu saja, penyerangan ketiga dialami lima anggota Shabara Polres Gowa, Sulselbar, yang diserang sekelompok orang tak dikenal saat bertugas di pos penjagaan.

“Dalam serangan itu Briptu Irfanudin tewas dan dua rekannya luka parah di RS Bhayangkara Makassar. Diduga penyerangan ini terkait dengan aksi balapan liar,” paparnya.

Menurutnya, IPW prihatin dengan berbagai aksi penyerangan ini dan hal itu menunjukkan bahwa kelompok kelompok yang agresif pada Polri masih bercokol kuat di masyarakat, terutama di kawasan Sulawesi, mengingat ketiga penyerangan itu terjadi di Sulawesi.

“Melihat aksi penyerangan ini sudah saatnya jajaran kepolisian meningkatkan kepedulian, kepekaan, deteksi dini serta antisipasi agar tidak terus menerus menjadi bulan-bulanan kelompok radikal,” katanya.

Mabes Polri, tambahnya, perlu membuat peta daerah rawan bagi anggotanya, sehingga polsek, polres dan polda di daerah rawan bisa benar-benar melindungi dirinya secara terlatih dan profesional.

Sebab bagaimana publik bisa percaya dan merasa aman, sementara mereka melihat anggota Polri sendiri tidak mampu mengamankan dirinya sendiri dari serangan para kriminal. “Dalam HUT Bhayangkara 2015 ini, Polri hendaknya benar-benar mampu meningkatkan keselamatan anggotanya dulu, sebelum mereka berslogan menjaga keamanan masyarakat,” tutupnya. (Bj)

Advertisements