Home Kesehatan Perangkat Desa Tiga Kabupaten Di Soloraya Tercover BPJS Ketenagakerjaan 

Perangkat Desa Tiga Kabupaten Di Soloraya Tercover BPJS Ketenagakerjaan 

707
0
Kepala  Kantor Cabang BPJS Surakarta  Suwilwan Rachmat.
       SUKOHARJO, 4/7 (BeritaJateng.net)  – Kepala  Kantor Cabang BPJS Surakarta  Suwilwan Rachmat berikan santunan kematian pada ahli waris kepesertaan BPJS Tenaga Kerja (BPJS TK) yang telah meninggal dunia. Bertempat di kantor  Kecamatan Kartosuro,  penyerahan santunan kematian itu diserahkan kepada ahli waris, yakni istri dari almarhum Slamet Riyadi, Sudalmi (55) warga Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura.
       Santunan sebesar Rp. 24 juta diberikan karena Slamet Riyadi merupakan salah satu  peserta  program Jaminan Kamatian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan. Secara simbolis santunan tersebut diserahkan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Surakarta,  Suwilwan Rachmat.
        “Slamet Riyadi merupakan salah satu perangkat desa di Pucangan Kartosuro dan tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Suwilwan, Rabu (4/7/2018).
       Menurutnya almarhum yang bekerja sebagai perangkat desa di Kantor Desa Pucangan baru terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak bulan Mei lalu dengan mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
       Meski baru sebulan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, Slamet Riyadi, tetap mendapatkan haknya. BPJS Ketenagakerjaan langsung membayar klaim atau santunan  pada salah satu perangkat desa yang meninggal beberapa waktu lalu.
       “Almarhum baru sekali membayar premi, namun ini kewajibab kami sebagai badan penyelenggara untuk memberikan santunan kematian perangkat desa yang sudah tercatat dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
        Suwilman sampaikan, Program BPJS Ketenagakerjaan diatur dengan Undang-Undang. Siapapun yang bekerja, di sektor formal (penerima upah) ataupun sektor informal (bukan penerima upah) berhak mendapatkan santunan dan perlindungan program BPJS Ketenagakerjaan.
         Khusus Kabupaten Sukoharjo, tercatat 123 desa dengan jumlah 1176 perangkat desa sudah tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan. Masih tersisa sekitar 25 desa yang masih belum tersentuh. Diharapakan tidak lama lagi semua desa sudah bisa tercover BPJS Ketenagakerjaan.
       Jumlah iuran yang harus dibayarkan peserta  diambil sekitar 0,24 persen dari gajinya, atau sekitar  Rp. 8990 ribu per orang per bulannya untuk dua program yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
        “Tentunya iuran didasarkan oleh berapa gaji dari aparat desa itu sendiri, diambil sekitar 0,24 persen dari gaji yang diterima,”  ucap Suwilman.
       Suwilman juga sampaikan, untuk wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan Wonogiri hampir semua perangkat desa di masing-masing wilayah hampir sebagian besar tercover BPJS.
       “Rata-rata 90 – 95 persen desa perangkatnya sudah tercover BPJS. Kecuali Kabupaten Wonogiri yang belum memenuhi target,”  paparnya.
      Pihaknya juga menghimbau para pekerja   baik formal maupun informal untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Premi yang dibayarkan cukup terjangkau dibawah Rp.10. 000. Persyaratan juga mudah dan tidak berbelit-belit.
       “Cukup mendaftar ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa e-KTP dan juga memiliki nomor handphone,” pungkasnya. (Db/El)