Home Life Style Peran Wanita Di Era Milenial

Peran Wanita Di Era Milenial

460
Talkshow dan Sharing Session yang digelar Quest Hotel Semarang.

Semarang, 30/4 (BeritaJateng.net) – Memperingati Hari Kartini, Hotel Quest Semarang mengundang Devy Ros, seorang perancang busana dan Ibu Maya Kusuma Devi, ketua sekaligus pendiri Komunitas Diajeng Semarang untuk menjadi narasumber dalam acara Talkshow dan Sharing Session dengan tema Peran Wanita dalam Eksistensi Batik di Era Milenial yang diadakan hari ini, Selasa.

Acara yang digelar di Lobby Area hotel yang beralamatkan di Jalan Plampitan No. 37 39 Semarang ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari karyawati dan komunitas.

Dalam talkshow yang berlangsung dari jam 10 pagi ini dibahas bagaimana kedua wanita inspiratif ini menjadi sosok panutan dan berkarir dibidangnya masing-masing.

Devy Ros bahkan menjelaskan bagaimana saat kecil dia menyukai orat-oret ditembok rumah yang sekarang dia sadari merupakan anugerah sehingga bisa menjadi fashion designer seperti sekarang ini yang cukup diperhitungkan.

Beda lagi dengan Maya yang passion-nya datang dari panggilan hati. Memiliki tujuan untuk mengajak wanita-wanita untuk kenal dan cinta akan busana tradisional seperti kebaya dan batik.

Devy Ros berbagi cerita menjadi seorang fashion designer harus bisa multitasking karena bagaimanapun sebagai seorang wanita ada kewajiban terhadap keluarga yang harus dilaksanakan. Namun itu bukan menjadi halangan untuk berkarya tetapi bisa menjadi penyemangat. Dirinya juga menambahkan kalau penggunaan platform digital seperti media sosial sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis fashion design yang dijalani.

Sedangkan Ibu Maya mengingatkan kita untuk selalu mengingat warisan budaya kita apalagi kepada generasi milenial saat ini karena kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Contohnya adalah batik yang memiliki ciri khas dan cerita tersendiri di setiap daerahnya. Bahkan dalam talkshow ini, Ibu Maya sengaja membawa batik asli Semarangan yang langka untuk ditunjukkan kepada peserta. Batik yang dibawa ini satu-satunya dan ditemukan di Lampung.

Satu sesi yang menarik dalam talkshow ini adalah adanya edukasi cara menggunakan jarik (kain) dengan berbagai tehnik. Dalam sesi ini semua peserta mempraktekan langsung tehnik yang diajarkan oleh Komunitas Diajeng Semarang. Dalam penjelasannya, ada sekitar 18 tehnik yang sebenarnya dapat digunakan.

“Acara talkshow ini merupakan wujud apresiasi kami dalam rangka memperingati Hari Kartini,” ungkap Bapak Wahyu Setyo Budiwan selaku General Manager Hotel Quest Semarang.

Ia berharap agar talkshow ini dapat menginspirasi kartini-kartini Hotel Quest Semarang untuk terus semangat dan berkarya dibidang yang mereka geluti masing-masing.

Acara dilanjutkan dengan make up & fashion competition untuk para karyawati. Hotel bintang 3 (tiga) yang merupakan member dari grup Archipelago International ini juga senantiasa mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi sekitar. (Ak/El)