Home News Update Penyerapan DAK Kudus tak Maksimal

Penyerapan DAK Kudus tak Maksimal

image
Ilustrasi

Kudus, 6/1 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengakui penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2014 belum maksimal karena hingga akhir tahun, baru mencapai Rp29 miliar dari total Rp55,19 miliar.

“Alokasi DAK tahun 2014 untuk Kabupaten Kudus sebesar Rp55,19 miliar, namun yang berhasil masuk ke kas daerah baru Rp41,3 miliar, sedangkan realisasi penyerapannya baru Rp29 miliar,” kata Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kudus Eko Djumartono di Kudus, Selasa.

Dana dari pusat yang sudah masuk ke kas daerah itu, kata dia, melalui dua tahap.

Pada tahap pertama dana yang berhasil dicairkan dari pemerintah pusat sebesar Rp16,5 miliar pada 3 Maret 2014.

Untuk mencairkan dana serupa pada tahap kedua, kata dia, persyaratannya penyerapan dana yang diterima sebelumnya harus sudah mencapai 90 persen.

“Akhirnya penyerapan bisa mencapai Rp14,85 miliar atau 90 persen, sehingga Kudus kembali mencairkan DAK tahap kedua sebesar Rp24,8 persen,” ujarnya.

Jika ditotal, kata dia, dana yang berhasil dicairkan dari pusat sekitar 74,8 persen dari total alokasi DAK sebesar Rp55,19 miliar.

Hanya saja, kata dia, DAK tahap kedua pencairannya baru bisa dilakukan pada 17 Desember 2014 sehingga waktu untuk melaksanakan sejumlah kegiatan tentu terbatas.

Akhirnya, kata dia, dari total dana yang berhasil dicairkan dari pemerintah pusat penyerapannya baru terealisasi Rp29 miliar atau 70,2 persen.

“Padahal, syarat untuk bisa mencairkan DAK untuk tahap berikutnya sama dengan proses pencairan tahap kedua penyerapanya harus mencapai 90 persen,” ujarnya.

Dari beberapa SKPD yang menerima DAK, paling besar Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kudus menerima Rp8,2 miliar, disusul Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sebesar Rp7 miliar, disusul Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus sebesar Rp4,4 miliar.

Rumah Sakit Umum Daerah, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar berkisar antara Rp1,3 miliar hingga Rp2,2 miliar.

Terkait dengan dana yang masuk ke kas daerah dan belum terserap, kata dia, akan diluncurkan tahun berikutnya, sedangkan DAK yang masih tersisa tidak bisa dicairkan tahun berikutnya.(Ant/Bj02)

Advertisements