Home Headline Penyediaan APD Bagi Petugas Medis Harus Diprioritaskan

Penyediaan APD Bagi Petugas Medis Harus Diprioritaskan

206

SEMARANG, 25/3 (Beritajateng.net) – Petugas medis di Rumah Sakit baik itu Dokter, Perawat maupun Paramedis lainnya menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Mereka ini memiliki resiko paling tinggi terpapar Virus Corona karena berhubungan langsung dengan pasien positif maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto minta jajaran Pemprov Jawa Tengah lebih serius mencukupi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi Dokter, Perawat dan Paramedis lainnya untuk menjaga agar mereka tidak tertular Virus Corona.

“Mereka ini memiliki resiko terpapar Corona sangat tinggi karena berhubungan langsung dengan pasien positif. Kebutuhan APDnya harus dipenuhi agar mereka tenang dalam menjalankan tugasnya,” ungkap politisi yang akrab disapa Bambang Krebo ini dalam dialog Ruang Aspirasi di TVRI Jateng, Rabu (25/3) sore.

Krebo menjelaskan, dari pantauan yang dilakukannya di beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19, ketersediaan APD di rumah sakit rumah sakit tersebut masih minim dan beberapa diantaranya menggunakan jas hujan yang sebenarnya tidak layak untuk dijadikan pelindung diri.

“Situasi sudah seperti ini masa masih berkutat pada pabrik mana yang bisa bikin bahkan menjahit pakaian darurat yang difungsikan sebagai APD,” katanya.

Melihat situasi seperti ini, Krebo minta kepada Gubernur dan jajarannya untuk memanfaatkan beberapa industri tekstil yang terancam gulung tikar karena ketiadaan bahan baku maupun kesulitan pemasaran sebagai imbas Corona dengan minta dibuatkan APD.

“Saya rasa kalau beberapa industri dibebani membuat APD mereka bisa. Itu juga jadi solusi agar karyawannya bisa terus berproduksi,” bebernya.

Soal anggaran, lanjut Krebo, saat ini semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah melakukan realokasi guna penanganan Covid-19 dengan melakukan beberapa efisiensi. Anggaran tersebut bisa digunakan dengan sebelumnya memberitahukan kepada pimpinan dewan untuk dilakukan persetujuan.

“Ini situasi darurat, prioritaskan penanganan Covid-19 ini dengan anggaran yang ada dengan cara beritahukan dulu ke pimpinan dewan,” urainya.

Terkait dengan mekanisme tersebut, Krebo mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan (BPK) untuk melonggarkan pemeriksaan dalam penyelesaian Corona ini. Lebih khusus untuk jajaran rumah sakit agar diberi kelonggaran dalam pemeriksaannya bahkan kalau bisa pemeriksaannya ditunda dulu sampai situasinya normal kembali.

“Kasihan para petugas medisnya, bisa bisa mereka stres harus menangani pasien Corona, diri mereka sendiri ikut terancam dan masih harus menghadapi pemeriksaan BPK,” tegasnya.

Krebo menambahkan, selain efisiensi dan realokasi di beberapa OPD, pihaknya minta kepada jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ikut berperan dalam penanganan Covid-19 ini dengan mengalokasikan dana CSRnya.

“CSR BUMD saya minta dialokasikan untuk penanganan Corona, saya belum tahu selama ini digunakan untuk apa saja,” pungkasnya.

Dialog Ruang Aspirasi di TVRI juga menghadirkan nara sumber lain yakni Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yuliyanto Prabowo dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr. Budiyono.

(ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − eleven =