Home DPRD Kota Semarang Penutupan Sunan Kuning, Bisa Saja Ilegal Jika Dipaksakan

Penutupan Sunan Kuning, Bisa Saja Ilegal Jika Dipaksakan

4170
0

Semarang, (Beritajateng.net) – Rencana penutupan Resossialisasi Sunan Kuning, menjadi pembicaraan sejumlah orang dan lembaga, Termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Asa. Pembina Lentera Asa Wilujeng Riningrum mengatakan, memang ada rencana pemerintah pusat terkait penutupan lokalisasi di Indonesia, yaitu Program Desember 2018 Indonesia Bebas Lokalisasi. Namun hal ini tidak begitu saja bisa diterapkan di Sunan Kuning, Semarang. Disini Sunan Kuning bukanlah lokalisasi,namun resossialisasi. “Jadi beda mas, tidak bisa disamakan dengan Dolly Surabaya. Sunan Kuning merypakan resossialisasi dan kawasan rehbilitasi bagi prostitusi. Programnga jelas, yaitu pengentasan,” jelas Wilujeng saat ditemui dirumahnya, 23 April 2018.

Belum lagi masukan dari Kementrian sosial yang menyebut, bahwa penutupan haruslah didahului dengan berbagai kajian dan peraturan yang mengaturnya. Surabaya mempunyai Perda nomor 7 tahun 1999, yang mengatur penggunaan bangunan untuk kegiatan asusilasesangkan Semarang belum punya. Pemerintah Kota Semarang mengacu pada Perda nomor 7 Tahun 1956, yang sudah tentu sudah tidak relevan lagi. “Perdanya di Semarang sudah tidak bisa digunakan, sudah tidak relevan,” tegas Wilujeng yang juga seorang dokter ini.

Sehingga jika penutupan Sunan Kuning dipaksakan dan dilakukan dengan tergesa gesa, bisa jadi penutupan itu ilegal.”Ya, kalau pemkot nekat dan grusa grusu malah bisa menjadi bumerang, bisa disebut penutupan ilegal,” tutup Wanita penggemar warna ungu ini.

Pembina Lentera Asa ini juga mengatakan, jika Resossialisasi Sunan Kuning,merupakan tempat study bagi sejumlah mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata dan menyelesaikab thesisnya. (NG/BJ)