Home Hiburan Pentaskan Monolog, Ine Febriyanti Perankan Sosok Cut Nyak Dien

Pentaskan Monolog, Ine Febriyanti Perankan Sosok Cut Nyak Dien

836

IMG_20150812_152124

Semarang, 12/8 (BeritaJateng.net) – Artis wanita kelahiran Semarang 8 Februari 1976, Ine Febriyanti akan kembali di kota kelahirannya untuk membagi pengetahuan tentang tokoh pahlawan wanita asal Aceh, Cut Nyak Dien.

Ia hadir sebagai aktor dalam sebuah pementasan monolog berjudul ”Cut Nyak Dien” di gedung Balairung Universitas PGRI Semarang (Upgris) Jalan Lontar nomor 1 Sidodadi Timur pada Selasa (18/8) pukul 19.00 nanti.

Acara ini diselenggarakan Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang bekerjasama dengan Upgris dan Rumah Budaya Kawan Kita. Pentas monolog bertajuk ”70 Tahun Indonesia Merdeka” terbuka untuk umum dan gratis. Alumni SMP 5 Semarang (1991) ini hadir dengan nama Sha Ine Febriyanti sebagai nama panggungnya.

”Kami memang sengaja tak memungut tiket dari pentas ini. Tujuan kami, memberikan suguhan bagi masyarakat secara gratis. Bukan kami tidak mengapresiasi karya seni, tapi kesenian juga tak harus jadi menara gading yang tak terjangkau oleh masyarakat umum. Apalagi ini momen peringatan HUT Kemerdekaan RI,” kata Ketua Panitia sekaligus Ketua Forwakot Semarang Lanang Wibisono.

Dijelaskannya putri dari pasangan Mohammad Soleh Arwoko dan Inge Hidayat tersebut akan menghidupkan tokoh Cut Nyak Dien bukan hanya melihat dari kepiawaiannya sebagai pahlawan perang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi juga menunjukkan karakter istri dari Teuku Umar ini sebagai wanita yang kuat dengan sifat-sifat keperempuanannya.

Artis yang terkenal sejak membintangi sinetron ”Darah Biru” ini akan mengobarkan semangat perjuangan. ”Kami pilih Ine salah satunya karena lahir di Semarang. Melalui kesenian, semangat untuk perjuangan akan mampu diserap lebih kuat,” terangnya.

Pementasan monolog ”Cut Nyak Dien” pertama kali dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya pada 13 April 2014. Ine mempersiapkan pementasan ini selama empat hari. Hal itu yang menyebabkan dirinya saat itu tampil dengan konsep dramatique reading atau pembacaan naskah cerita dibungkus dramatikal.

Untuk mendalami peran, selain riset pustaka, istri Yudi Datau dan ibu dari Fa Aisha Nurra Datau dan Yan Rayn Abdullah Datau ini juga menonton film garapan Eros Djarot ”Cut Nyak Dien” yang dibintangi Christine Hakim. ”Di Upgris kami gelar gratis terbatas. Untuk informasi silakan kontak Agung Hima 08213750879,” tukasnya.

Ine Febriyanti mengenal dunia teater melalui Teater Luwes IKJ tahun 1999. Ia terlibat dalam penggarapan lakon drama ”Miss Julie” karya dramawan Swedia, Johan August Strindberg, yang dimainkan bersama Teater Lembaga Institut Kesenian Jakarta pada September 1999. Kemudian ia memerankan karakter Miss Kedjora dalam lakon ”Opera Primadona” (2000) bersama Teater Koma arahan Sutradara Nano Riantiarno.

Selanjutnya Ine ikut pementasan kolaborasi teater di Jepang berjudul ”The Whale on The South Sea” atas dukungan Japan Foundation. Selama tiga bulan di Jepang ia berpentas 27 kali. Yakni 23 kali di Tokyo dan empat kali di Okinawa. Pada 2006 ia pentas ”Kentut” di Gede Institut. Pentas teater ”Nyai Ontosoroh” adaptasi dari novel ”Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer pada 2007.

Ine melakukan pertunjukan monolog pada 2010 berjudul ”Surti dan Tiga Sawunggaling” disutradarai Sitok Srengenge. Naskah ditulis oleh Goenawan Mohamad. Setelah 13 tahun, ”Miss Julie” kembali dipentaskan Ine di Teater Salihara pada Juni 2012.

Tak lama kemudian, 4-5 September 2012 Ine memerankan Dewi Durga dalam lakon ”Repertoar Gandamayu, Persembahan bagi Perempuan, Ibu Sejati Langit dan Bumi” bersama kelompok teater asal Yogyakarta, Teater Garasi di Gedung Kesenian Jakarta. Cerita pementasan ini diadaptasi dari novel berjudul ”Gandamayu” karya Putu Fajar Arcana.

Pada awal 2015 memerankan salah satu tokoh di pementasan ”Homo Reptilicus” sebuah drama politik yang ditulis dan disutradarai Radhar Panca Dahana dan dipentaskan oleh Teater Kosong. Tanggal 28 Mei pertunjukan ini pentas di Auditorium RRI Semarang. (Bj05)