Home Lintas Jateng Pentas Lumba Lumba di Kudus Ditentang LSM Pecinta Satwa

Pentas Lumba Lumba di Kudus Ditentang LSM Pecinta Satwa

image

Kudus, 8/4 (Beritajateng.net)-Rencana pementasan ketangkasan ikan lumba lumba di halaman parkir GOR Wergu Kudus, ditentang oleh LSM Galwa (Gerakan Lestari Satwa) melalui aksi yang digelar di depan Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Rabu (8/4).

Belasan peserta aksi yang merupakan gabungan LSM Horisona, Gemataku, dan Getrak menuntut Disbudpar membatalkan ijin pertunjukan lumba lumba oleh PT Taman Safari Indonesia (TSI) Unit IV (Batang Dolphin Center) di Kudus. Alasannya, sirkus lumba lumba melanggar UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

Menurut koordinator aksi, Slamet Machmudi dalam orasinya mengatakan ketangkasan lumba lumba terdapat penindasan dan pemaksaan selama proses pelatihan. Hal tersebut jelas bertentangan dengan upaya konservasi satwa yang ideal. ”Upaya melegalkan pertunjukan pentas lumba-lumba di Kudus sama halnya membiarkan satwa yang dilindungi disiksa dan dieksploitasi untuk kepentingan bisnis semata,” katanya.

Mereka juga menegaskan, memobilisir anak-anak dan pelajar menonton pentas lumba lumba yang memiliki nama latin (tursiop aduncus), sama halnya mempertontonkan kepalsuan  konservasi satwa. Jika Pemkab Kudus memberikan izin, menurutnya perlu dipertanyakan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang benar terhadap masyarakat.

”Dalih bahwa pentas lumba lumba sebagai sarana pendidikan dan pengenalan satwa kepada anak-anak dan pelajar, hal tersebut jelas bentuk promosi yang menyesatkan. Habitat dan sifat mamalia lumba lumba yang dipentaskan tidak mencerminkan karakter lumba lumba yang asli,” tambahnya.

Sedang menurut peserta aksi lainnya, Supriyadi, lingkungan yang diciptakan penyelenggara adalah rekayasa yang dapat menimbulkan trauma dan kematian bagi lumba lumba. Menurutnya, sorak sorai penonton hanya menimbulkan tekanan psikis dan gangguan resonansi lumba lumba.

Terpisah Kepala Disbudpar Kudus melalui Kasi Pariwisata Jamian mengatakan, izin lokasi pentas lumba lumba diberikan karena penyelenggara mengantongi SK Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam nomor SK.153/IV-ST/2014 tentang perpanjangan ijin peragaan satwa yang dilindungi dan tidak dilindungi undang undang ke berbagai kota di Indonesia kepada PT TSI Unit IV.

”Dalam SK tersebut, penyelenggara telah mengantongi perpanjangan ijin pertunjukan hingga 12 Juli 2016. Dan, SK tersebut menjadi salah satu dikeluarkannya ijin lokasi sedang ijin keramaian dikeluarkan oleh Polres Kudus,” tegasnya. (BJ12)

Advertisements