Home News Update Pensiunan Akan ‘Grudug Istana’ Bila Gaji 14 Tidak Cair

Pensiunan Akan ‘Grudug Istana’ Bila Gaji 14 Tidak Cair

716

SOLO, 3/8 (BeritaJateng.net) – Usia senja tidak membatasi para pensiunan untuk menuntut haknya yakni gaji 14 yang seharusnya diterima. Mereka menggelar aksi di Bunderan Gladag Solo, Rabu (3/8/2016) dibawah sengatan matahari.

Puluhan pensiunan menuntut agar pemerintah pembayaran gaji ke 14 yang sebenarnya merupakan THR dan diterima oleh pensiunan. Namun akhirnya dibatalkan oleh pemerintah. Bahwa pensiunan PNS, termasuk juga pensiunan TNI/Polri, batal terima gaji ke 14

Koordinator aksi Maristo Djoko Nugroho menyampaikan gaji ke 14 atau THR merupakan kompensasi atau pengganti dari kenaikan gaji untuk tahun 2016. Besarnya adalah separuh dari pensiunan yang diperoleh tiap bulannya.

“Gaji 14 itu sangat diharapkan oleh para pensiunan. Rata-rata pensiunan mendapat gaji antara Rp. 1,5 juta – Rp. 2 juta perbulannya. Tergantung dari golongannya,” jelasnya disela aksi di patung Slamet Riyadi Gladag, Rabu (3/8/2016).

Maristo juga menegaskan jika pensiunan jangan dianggap sampah karena sudah dianggap tidak produktif lagi. Pihaknya meminta kepada Pemerintahan Joko Widodo agar para pensiunan lebih perhatian pada masyarakat kecil termasuk pensiunan.

Maristo Djoko menyampaikan PNS aktif, menteri, anggota DPR dari daerah hingga pusat mendapat gaji ke 14. Padahal gaji mereka sudah sangat besar. Jutru pensiunan yang nominalnya sedikit malah dibatalkan.

“Kita juga berjuang, puluhan tahun mengabdi pada pemerintah. Dan saat tenaga kita sudah tidak ada diabaikan dan dianggap sampah,” tegasnya.

Maristo juga mengatakan jika pemerintah tidak segera mengambil sikap terkait tuntutan pensiunan agar gaji ke 14 diberikan maka para pensiunan akan datang ke istana untuk menuntut haknya.

Sementara itu Wahyu Wahyono salah satu pensiunan meminta agar pensiunan jangan lagi mau dibodohi. Dijanjikan kesejahteraan, kenyataannya semua janjinya tidak ada yang terpenuhi.

“Ingat kita harus berhati-hati pada tahun 2018/2019. Diperhatikan betul pilihan wakil rakyat dan pimpinan nasional. Jangan mau dimanfaatkan saja. Setelahnya kita diabaikan dan tidak dianggap,” keluh Wahyu. (Bj 24)

Advertisements