Home News Update Penny DD : Kiprah Wanita Tidak Sekedar Emansipasi

Penny DD : Kiprah Wanita Tidak Sekedar Emansipasi

465
Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Penny Dyah Perwitosari
Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Penny Dyah Perwitosari
Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Penny Dyah Perwitosari
Semarang, 27/4 (BeritaJateng.net) – Sosok perempuan satu ini memandang peran wanita tidak sekedar emansipasi seperti yang dicita-citakan Kartini. Wanita sekarang sudah lebih dari itu karena terbukti mampu tampil di garda terdepan sebagai pemimpin di segala bidang.
Hampir di semua lini kehidupan, saat ini sosok Kartini masa kini sudah membuktikan diri “merajai” di segala lingkungan baik itu pemerintahan maupun swasta. Di dunia politik (pemerintahan), sudah banyak wanita yang sukses menduduki jabatan nomor satu dan kiprahnya diakui dunia internasional.
“Simak saja bagaimana Indonesia pernah dipimpin seorang presiden wanita yaitu Ibu Megawati Sukarnoputri. Ini membuktikan tidak hanya sekedar emansipasi tapi sudah lebih dari itu,” ungkap Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Penny Dyah Perwitosari.

Politikus perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan yang sudah menjabat dua periode ini menambahkan, selain jabatan presiden yang terbukti mampu dijabat perempuan, banyak pemimpin pemerintahan yang dijabat seorang wanita seperti gubernur, walikota, pimpinan dan anggota DPR/DPRD, hakim, jaksa serta jabatan jabatan lain.

“Cita cita Kartini yang ingin mensejajarkan wanita dengan pria sudah berhasil dan hasilnya saat ini melampaui apa yang diperjuangkan beliau,” ungkapnya.

Walaupun demikian, jelas wanita Kelahiran Magelang 31 tahun yang lalu ini, wanita tidak bisa lepas dari kodratnya yang harus bisa menempatkan diri berperan sebagai ibu yang harus mendampingi suami dan mendidik anak anaknya.

“Sentuhan wanita dalam keluarga sangat dibutuhkan. Peran ibu menjadi sangat sentral dalam pendidikan anak. Setinggi tingginya jabatan seorang wanita tidak bisa meninggalkan perannya di dalam keluarga,” jelasnya.

Ibu tiga anak hasil pernikahannya dengan HM Ali Maksum ini seringkali merasa ada yang kurang jika beberapa hari tidak bisa menunggui anaknya belajar. Menurut dia, perkembangan pendidikan anak tidak bisa dipasrahkan begitu saja kepada orang lain sekalipun itu suami atau gurunya.

“Saya selalu memberi perhatian khusus dalam pendidikan anak, termasuk meluangkan waktu menunggui anak saya belajar,” katanya.

Pendidikan di keluarga merupakan prioritas yang dilakukan politikus yang lahir dari tokoh senior PDI Perjuangan Jawa Tengah H Suryo Sumpeno ini. Penny sejak usia dini sudah dikenalkan dengan dunia politik oleh ayahnya. Buah dari didikan Suryo Sumpeno ini terbukti bisa mengantar Peny menjadi Anggota DPRD Jateng termuda pada periode 2009-2014.

“Pola pendidikan yang dilakukan bapak sedikit banyak mengilhami saya dalam mendidik anak anak agar memiliki jiwa yang kuat di kemudian hari,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Peny berpesan kepada kaumnya agar selalu meningkatkan kapasitasnya untuk bisa berkiprah lebih besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena tantangan ke depan tidak semakin ringan melainkan semakin berat. (BJ013)