Home Ekbis Penjualan Emas di Semarang Lesu

Penjualan Emas di Semarang Lesu

Ilustrasi

 

Semarang,9/1 (Beritajateng.net) – Penurunan harga BBM bersubsidi serta turunnya harga emas dunia dalam beberapa pekan terakhir tidak mampu mendongkrak penjualan perhiasan emas di Kota Semarang.

Sepanjang tahun 2014 lalu, penjualan perhiasan emas di Semarang mengalami penurunan sekitar 15-20 persen dibandingkan tahun 2013.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Semarang, Bambang Yuwono,  kenaikan harga gas LPG 12 kilogram beberapa waktu telah menyebabkan masyarakat menunda melakukan pembelian emas perhiasan. Pasalnya kenaikan gas telah menyebabkan sejumlah harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan.

“Perhiasan emas ini bukan kebutuhan pokok, jadi masyarakat lebih mendahulukan kebutuhan lainnya dulu. Apalagi setelah kenaikan gas kemarin, menyebabkan harga ikut naik termasuk LPG yang 3 kilogram,”ungkapnya Jum’at (9/1/2015).

Menurut Bambang, penurunan penjualan emas perhiasan paling banyak terjadi pada produk emas dengan kadar emas di bawah 75 persen. Sementara untuk emas perhiatasan dengan kadar emas 75 persen ke atas hanya mengalami penurunan sedikit.

“Kalau yang di bawah 75 persen penjualannya turun sampai 40 persen. Tapi kalau yang 75 persen turun tapi ga begitu besar karena itu biasanya kalangan menengah ke atas,”ungkapnya.

Bambang menambahkan, pada tahun 2015 ini pihaknya pesimis penjualan perhiasan emas akan mengalami peningkatan. Pasalnya minat masyarakat terhadap perhiasan emas juga mulai berkurang, dan beralih ke peralatan elektronik seperti smartphone dan komputer.

“Masyarakat sekarang lebih banyak memilih membeli alat elektronik seperti Handphone, tablet daripada perhiasan emas. Apalagi dollar sekarang juga tinggi, jadi harga emas juga sulit turun,”ungkapnya.(Bj21)