Home Headline Penjual Sate Ditangkap saat Asyik Nyabu

Penjual Sate Ditangkap saat Asyik Nyabu

image

Karanganyar, 27/2 (BeritaJateng.net) – Warga Cangakan Karanganyar OBM alias Cemple ditangkap polisi, sedang asyik mengkonsumsi sabu di warung sate tempatnya bekerja yang berlokasi di timur terminal Jongke, Karanganyar.

Kasatnarkoba Polres Karanganyar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Poniran menyebutkan bahwa sebelumnya pihaknya mendapat informasi bahwa selama ini warung sate tersebut sering dijadikan lokasi untuk berpesta sabu. 

“Satuan Narkoba langsung turun dan malakukan pengintaian. Tak berapa lama kemudian Cemple yang berprofesi sebagai pedagang sate, turun dari lantai atas warung satenya. Dan nampaknya baru saja menghisap barang haram. Nampak adanya  perubahaan wajah tersangka,” ungkapnya di Polres Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (27/2/2015).

Poniran juga mengungkapkan saat itu Cemple tidak menyadari bahwa ada petugas yang sedang menyamar berada di warung sate miliknya. Begitu tersangka naik lagi ke bagian atas rumahnya, polisi langsung bergerak mengikutinya.

” Saat dibekuk, tersangka kedapatan tengah memegang alat hisap sabu miliknya serta sisa sabu seberat 0,16 gram,” lanjut Poniran.

Berdasarkan pengakuan tersangka  sabu yang sudah disedot sebanyak 0,25 gram, itu diperoleh dari  seorang kurir yang berasal dari Solo berinisial AG. Bahkan Cemple mengaku  sejak tujuh bulan terakhir mengkonsumsi sabu dengan alasan untuk  untuk menjaga staminanya.

Lebih lanjut Poniran menjelaskan jika tersangka juga mengakui sudah lebih dari 20 kali  mengkonsumsi sabu. Untuk memperoleh barang haram tersebut Cemple harus merogoh koceknya sebesar Rp. 200 ribu.

Pihak Kepolisaian ungkap Poniran akan terus mengembangkan penyidikan dalam kasus tersebut. Ada kemungkinan tersangka juga  merupakan jaringan pengedar sabu.

“Sedangkan kurir sabu warga Solo berinisial AG saat ini tengah kami buru ini,” terangnya.
 
Dalam pemeriksaan yang dilakukan Satnarkoba Karanganyar, Cemple mengaku baru empat kali selama tujuh bulan mengkonsumsi sabu. Cemple juga mengaku dirinya hanyalah pemakai dan bukan pengedar. 

“Saya jadi pecandu setelah ketemu sama teman. Dan teman saya ini yang mengajari saya mengkonsumsi sabu,” aku Cemple. 

Akibat perbuatannya mengkonsumsi sabu, Cemple terancam dengan pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp 8 miliar. (BJ24)

Advertisements