Home Ekbis Pengusaha Angkutan Barang Diminta Patuhi Ketentuan Tonase

Pengusaha Angkutan Barang Diminta Patuhi Ketentuan Tonase

423
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 12/2 (BeritaJateng.net) – Keluhan sopir angkutan barang tentang pembatasan muatan yang mulai diintensifkan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah mendapat tanggapan beragam. Kalangan Anggota DPRD Jawa Tengah minta agar sopir tidak menjadi korban kebijakan ini. 

“Saya harapkan pengusaha tidak menekan sopir membawa barang melebihi tonase yang diperbolehkan,” ungkap Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Mustholih, di ruang kerjanya, Kamis (12/2).

Menurut dia, alasan sopir yang keberatan dengan ketentuan batas maksimum jumlah beban yang diperbolehkan dengan dalih tingginya setoran yang diterapkan oleh pengusaha angkutan, tidak bisa serta merta menjadi alasan pembenar terjadinya pelanggaran kelebihan muatan.

Politisi PAN tersebut mendukung aparat terkait tegas menindak pelanggar kelebihan muatan sesuai dengan ketentuan Perda Nomor 1 Tahun 2012. Mengingat tingkat kerusakan jalan yang ditimbulkan akibat angkutan barang yang melanggar tonase jumlahnya sangat banyak.

“Tidak hanya merusak jalan, truk angkutan pasir misalnya yang sering melebihi tonase membuat jalanan macet dan rawan terjadi kecelakaan,” tambahnya.

Mustholih menambahkan, fungsi jembatan timbang sebagai alat kontrol terhadap angkutan barang harus lebih dioptimalkan.

Saat ini dari 17 jembatan timbang yang ada di Jawa Tengah hanya 7 yang beroperasi, padahal mulai pertengahan tahun 2016 mendatang kewenangan atas jembatan timbang diambil alih oleh pemerintah pusat.

“Toleransi kelebihan muatan sebesar 25 persen dari tonase yang diijinkan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, sambil menunggu perubahan kewenangan atas jembatan timbang berlaku efektif,” pungkasnya. (BJ013)