Home Lintas Jateng Pengurus BAMAG Kabupaten Sukoharjo Dilantik

Pengurus BAMAG Kabupaten Sukoharjo Dilantik

Pdt Drs Daud Rebo, S.Th, Ketua BAMAG Kab. Sukoharjo terpilih, periode 2015-2020.
Pdt Drs Daud Rebo, S.Th, Ketua BAMAG Kab. Sukoharjo terpilih, periode 2015-2020.
Pdt Drs Daud Rebo, S.Th, Ketua BAMAG Kab. Sukoharjo terpilih, periode 2015-2020.

Sukoharjo, 30/8 (BeritaJateng.net) – Tiga puluh dua orang dilantik menjadi pengurus BAMAG (Badan Musyawarah antar Gereja) Kabupaten Sukoharjo Periode 2015-2020.

Setelah melalui pertimbangan yang matang. Beberapa kali rapat panitia formatur. Akhirnya terpilih tiga puluh dua orang menjadi pengurus BAMAG Kab. Sukoharjo. Mereka adalah orang-orang yang di anggap mampu dan bersedia untuk pelayanan tersebut.

“Dalam rapat memang mengalami perdebatan dan alot, namun keputusan terbaik telah didapatkan,” kata Pdt. Bambang Mulyono, S.Th selaku Sekretaris Umum BAMAG Propinsi Jawa Tengah.

Terpilih sebagai Ketua Pdt Drs Daud Rebo, S.Th, Pdt Agus Widjianto, M.Th sebagai Sekretaris Umum dan Pdt Yabat Mesyah sebagai Bendahara Satu. 

Tiga orang pengurus inti ini diharapkan sanggup menjalankan tugas membawa BAMAG Sukoharjo untuk mempersatukan gereja-gereja dan membawa kedekatan mereka kepada pemerintah saat ini.

Pdt Drs Daud Rebo, S.Th dan Pdt Yabat Mesyah adalah pengurus lama yang terpilih kembali. Kedua orang ini dianggap mumpuni dan baik dalam menjalankan tugas kepengurusan yang lama.

Sedang Pdt Agus Widjianto,M.Th adalah pengurus baru yang diharapkan sanggup menggerakkan BAMAG Kab. Sukoharjo ini lebih giat dan bersemangat.

Pelantikan BAMAG Kab. Sukoharjo ini seakan terkesan tergesa-gesa, oleh karena tinggal sisa dua hari Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, S.H.,M.H. segera turun jabatan.

Namun pada kenyataanya, acara pelantikan ini berjalan dengan rapi dan baik. Bupati Sukoharjo mengijinkan pelantikan ini  Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja Kabupaten Sukoharjo, Jl Jend. Sudirman 199, Sukoharjo.

Dengan diijinkannya acara pelantikan ini dilaksanakan di kantor pemerintahan, akan memberi kesempatan Bamag Kab. Sukoharjo semakin dikenal dan dekat dengan pemerintahan.

Acara pelantikan BAMAG Kab. Sukoharjo ini dilaksanakan pada hari Sabtu, Tgl 29 Agustus 2015. Tepat pukul 09.00 WIB. Pdt Daniel Karno sebagai komisi seni dan budaya menyuguhkan beberapa lagu sebagai pengantar, sambil menunggu tamu berdatangan. Pdt. DR Timotheus Sutrisno, MA, maju untuk memimpin beberapa lagu.

Doa pembukaan dipimpin oleh Pdt Amos Gunawan selaku penasihat Bamag Kab. Sukoharjo. Khotbah disampaikan oleh Pdt Hengky Narto Sabdo.

Memasuki acara pelantikan dimulai dengan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pdt DR. Joko Sungkono, selaku salah satu pengurus BAMAG Propinsi Jawa Tengah. Dan pelantikan dipimpin oleh Pdt. Bambang Mulyono, S.Th selaku Sekretaris Umum BAMAG Propinsi Jawa Tengah. 

Tepat pukul 11.00 WIB acara pelantikan ini diakhiri dengan makan bersama. Doa berkat oleh Bp. Pdt Drs Daud Rebo S.Th selaku ketua terpilih.

Seratus lima puluh orang hadir dalam acara ini. Mereka adalah para pendeta gereja-gereja se Kab. Sukoharjo. Para Pejabat Pemda Kab. Sukoharjo, Pengurus BAMAG Propinsi Jawa Tengah dan tamu undangan Bamag Solo.

Disamping ada BAMAG, di kabupaten Sukoharjo sudah ada BKGS (Badan Kerja sama Gereja-gereja Kab. Sukoharjo). Berbeda dengan tempat-tempat lain. Dimana organisasi lokal biasanya tidak harmonis dengan BAMAG.

Namun Kab. Sukoharjo sangat harmonis. Beberapa pengurus BAMAG menjadi pengurus BKGS, demikian pula sebaliknya. Pdt Daniel Karno adalah ketua BKGS, namun beliau juga menjabat sebagai penasihat BAMAG. Beberapa Korcam (Koordinator Kecamatan) orangnya adalah sama. 

Koordinator Kecamatan BAMAG juga koordinator Kecamatan untuk BKGS. Kondisi ini diharapkan menjadi teladan bagi wilayah-wilayah lain.

Bahwa BAMAG dapat menjadi mitra yang baik bagi organisasi lokal, bahkan menjadi pasangan yang harmonis bagi organisasi lokal. Saling membantu dan bekerja sama.

Melalui kepengurusan BAMAG kab. Sukoharjo yang baru ini diharapkan dapat menjalankan tugas yang lebih baik. 

Mempersatukan gereja-gereja yang ada. Kian mengikis perbedaan dan jurang pemisah diantara gereja-gereja. Menolong gereja-gereja yang bermasalah. Bahkan kian mendekatkan dan menciptakan hubungan yang harmonis antara gereja-ger
gereja-gereja.

Menolong gereja-gereja yang bermasalah. Bahkan kian mendekatkan dan menciptakan hubungan yang harmonis antara gereja-gereja dengan pemerintah setempat. kata Pdt Agus Widjianto, M.Th, Sekretaris Umum Bamag Kab. Sukoharjo. (BJ)