Home Hiburan Pengunjung Lawang Sewu Semarang Tembus 1 Juta Pengunjung

Pengunjung Lawang Sewu Semarang Tembus 1 Juta Pengunjung

599
0
Pengunjung Lawang Sewu Semarang Tembus 1 Juta Pengunjung
          Semarang, 22/12 (BeritaJateng.net) – Pengunjung museum Lawang sewu sebagai salah satu ikon destimasi wisata di Kota Semarang, dari tahun ke tahun terus menunjukan trend positif kenaikan. Ini bisa terlihat dari pengunjung Lawang sewu dalam kurun waktu 5 tahun telah naik mencapai 2 kali lipat.
         Angka ke- 1 juta pengunjung Lawang Sewu telah tercapai pada Minggu ketiga Bulan Desember 2018 ini. Raihan prestasi ini, berkat usaha dari Pihak PT KAI dalam melakukan berbagai upaya mulai dari proses renovasi, revitalisasi hingga program promosi di Museum Lawang Sewu selama ini.
        “Museum Lawang Sewu menjelma menjadi tempat destinasi menarik, dan bisa lepas dari image kumuhnya. Penampilan tata cahaya pada malam hari, semakin membuat wajah Museum Lawang Sewu semakin cantik dan anggun. Sehingga tidak heran, apabila banyak muda-mudi menjadi Museum Lawang Sewu sebagai spot photo favorit, dan langsung di up load menghiasi akun-akun medsosnya,” Ujar Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang.
         Bangunan Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS).
        Awalnya, kegiatan administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang(Samarang NIS), namun dengan berkembangnya jalur jaringan kereta yang sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personel teknis dan tenaga administrasi yang tidak sedikit, seiring berkembangnya administrasi perkantoran.
         Akibatnya kantor NIS di Stasiun Samarang NIS tidak lagi memadai. Berbagai solusi dilakukan NIS antara lain menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai solusi sementara yang justru menambah tidak efisien. Apalagi letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa sehingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting.
        Maka, diusulkanlah alternatif lain yaitu membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).
         NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903. Bangunan Lawang Sewu mulai dibangun pada tahun 1904, dan selesai pada tahun 1907.
         Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian PerhubunganJawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945).
        Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
          “Diharapkan dengan kerja sama dari seluruh stake holders di wilayah Kota Semarang, jumlah pengunjung tempat wisata Lawang sewu ini akan terus dapat meningkat. Guna menghubungkan tempat – tempat wisata di wilayah Jawa Tengah, pada tanggal 1 Desember 2018 yang lalu, pihak PT KAI telah meluncurkan layanan KA Joglosemarkerto yang operasionalnya mengelilingi kota-kota di Jawa Tengah seperti Semarang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Jogyakarta dan Solo. Dengan keberadaan KA Joglosemarkerto ini, kita harapkan, animo wisatawan yang telah mengunjungi tempat wisata di bagian selatan Jawa Tengah, bisa tertarik juga mengunjungi tempat wisata di bagian utara Jawa Tengah seperti Museum Lawang Sewu,” Jelas Suprapto. (El)