Home Ekbis Pengunjung Gua Kreo Ditarget Meningkat Pasca Penambahan Jalur BRT

Pengunjung Gua Kreo Ditarget Meningkat Pasca Penambahan Jalur BRT

257
Ilustrasi

SEMARANG, 6/9 (BeritaJateng.net) – Jumlah Pengunjung Gua Kreo, di Kelurahan Kandri, Gunungpati  ditarget tahun 2019 lebih meningkat dibandingkan dari tahun 2018 lalu, yang tembus 12 ribu orang.

Pasalnya, pada pertengahan November tahun 2019 ini, jalur BRT Trans Semarang yang baru, yakni koridor VIII, akan melewati sejumlah rute yang ada, salah satunya di tempat wisata Gua Kreo, Kandri.

“Tingkat kunjungan wisatawan ke Gua Kreo,  Desa Wisata Kandri tembus sebanyak 12ribu orang tahun 2018 lalu. Dan jadi peringkat 1 dari total jumlah kunjungan tertinggi se Jateng dengan jumlah kunjungan sekitar 169ribu hingga saat ini. Apalagi nantinya, juga akan dilewati jalur BRT Trans Semarang, sehingga jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Gua Kreo tahun 2019 ini, diharapkan makin meningkat dari tahun sebelumnya,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, Jumat (6/9/2019).

Kemungkinan desa wisata di Kota Semarang, lanjut Iin sapaan akrab Indriyasari, akan bertambah dari 8 desa wisata yang sudah ada. Karena ada peraturan daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Provinsi Jawa Tengah, semua desa wisata di Jateng akan lebur, termasuk desa wisata yang ada di kota Semarang.

“Nantinya akan kita usulkan ke provinsi, termasuk desa wisata Kandri. Yang saat ini sedang diverifikasi dulu, untuk ditetapkan sebagai desa wisata ditingkat provinsi,” imbuh Iin.

Sedangkan khusus untuk desa wisata Kandri, kata Iin, memang diuntungkan yang berdekatan dengan objek wisata Gua Kreo. Sehingga tiap tahun, jumlah kunjungan selalu meningkat. “Apalagi sekarang sudah ada Plaza Kandri, untuk menggelar berbagai event seni dan budaya masyarakat setempat. Lokasinya out door dengan pemandangan back ground Waduk Jatibarang, yang menarik wisatawan untuk menyaksikan pentas seni masyarakat lokal, “katanya.

Tidak hanya itu, ditambahkan Iin, setiap tiga bulan sekali, ada pertemuan dari beberapa daerah untuk pengenalan wisata yang ada di masing-msing kota/kabupaten khusus wilayah kedungsepur, yang mana masing-masing daerah bisa untuk mengenalkan desa wisata. Sehingga makin dikenal dan sebagai ajang promosi, termasuk mengenalkan desa wisata Kandri.

“Lalu kami juga melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah, kami harapkan masyarakat setempat bisa secara rutin bisa menggelar berbagai atraksi seni dan budaya, sehingga menarik lebih banyak wisatawan untuk datang,” terangnya.

Kabid Kelembagaan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Giarsito Sapto Putratmo mengatakan, dengan peningkatan jumlah wisatawan yang bertambah di Kota Semarang umumnya, dan khususnya di Desa Wisata Kandri juha akan diikuti dengan peningkatan SDM dan sarana dan prasarana pendukung kegiatan wisata. Seperti untuk saat ini yang perlu dikembangkan adalah penambahan ragam atraksi dan kunjungan karena wisatawan selalu ingin melihat hal-hal yang baru dan menarik, sehingga untuk menjaga eksistensi Desa Wisata Kandri.

“Dan perlu selalu dimunculkan inovasi-inovasi baru. Dan saat ini Desa Wisata Kandri oleh Pemerintah Kota Semarang masih dikembangkan menuju taraf internasional sehingga banyak anggaran yang di alokasikan untuk pembangunan saran-prasarana di Kandri dan sekitarnya,” pungkasnya.  (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here