Home Lintas Jateng Pengunduran Pilkada Pengaruhi Penetapan APBD

Pengunduran Pilkada Pengaruhi Penetapan APBD

352
foto/Ilustrasi

Solo, 19/12(Beritajateng.net)- Pengunduran pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah secara serentak pada tahun 2016 berdampak pada penetepan APBD dan untuk pelaksana tugas (Plt) Walikota/Bupati tidak memiliki kewenangan menetapkan anggaran.

Pascamasa jabatan walikota/bupati habis dan Pilkada diundur, maka pemerintah akan menunjuk Plt Walikota/Bupati, tetapi untuk pejabat yang ditunjuk tersebut tidak memiliki kewenangan menetapkan aturan seperti APBD, kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo yang tinggal beberapa bulan ini akan habis masa bhaktinya di Solo, Jumat.

“Ya kalau untuk Plt tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan APBD, padahal APBD 2016 dibahas pada akhir 2015. Ya akalu seperti ini tidak bisa ditetapkan dan menggunakan APBD 2015,” katanya.

FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy menyatakan mau tidak mau Pemkot nantinya harus menggunakan APBD 2015. Hal itu sudah sesuai dengan aturan yang ada. Namun, dirinya menilai pihak yang paling dirugikan adalah masyarakat. “kasihan kan kalau masyarakat dikorbankan seperti itu,” katanya.

Ia mengatakan jal ini tidak hanya terjadi di Pemkot Surakarta dan kabupaten/ kota lainnya juga bernasib sama. Pasalnya, rata-rata masa kerja bupati/ walikota habis pada Oktober 2015. “Kalau diundur dan ada Plt, ya sama seperti di sini,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Surakarta, Budi Suharto mengatakan saat ini KPU mendapatkan alokasi dana Rp7 miliar untuk pelaksanaan Pilkada 2015. Dana itu direncanakan bisa membiayai Pilkada dengan satu kali putaran. Kalau pun masih kurang, maka pihaknya akan mengajukannya di APBD Perubahan 2015.

Hanya saja, rencana itu agaknya harus direvisi terkait penundaan Pilkada hingga 2016. Budi Suharto yang juga menjabat Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berencana mencoret anggarannya pada APBD Perubahan 2015.

“Kita akan coret di APBD Perubahan dan masuk ke Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2015. Karena pelaksanaannya diundur, maka kami akan alokasikan dana di APBD 2016. Tentunya dengan jumlah yang lebih besar dari yang kita anggarkan sekarang,” katanya.

Sekda mengatakan untuk mengetahui berapa kebutuhan Pilkada, Pemkot akan membentuk tim untuk mengkajinya. “Kita kaji ulang sebenarnya berapa kebutuhannya,” katanya.(ant/ss)