Home Ekbis Penghapusan Bensin 88 Bisa Enam Bulan

Penghapusan Bensin 88 Bisa Enam Bulan

bensin

Jakarta, 7/1 (BeritaJateng.net) – Tim Reformasi Tata Kelola Migas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral menyatakan penghapusan bensin dengan angka oktan 88 bisa dilakukan dalam enam bulan ke depan.

Ketua Tim Faisal Basri di Jakarta, Rabu, mengatakan dengan demikian, dalam enam bulan ke depan seluruh SPBU sudah menjual bensin RON 92.

“Kami harapkan dalam enam bulan sudah RON 92 semua,” katanya.

Menurut dia, perubahan penjualan RON 88 ke 92 di SPBU tidak menyalahi aturan.

Dalam Perpres No 191 Tahun 2014, hanya menyebutkan minimum bensin RON 88.”Artinya, RON 92 boleh,” katanya.

Ia juga mengatakan rekomendasi pemerintah yang menginginkan perubahan bensin RON 88 ke 92 dalam dua tahun merupakan target maksimum. “Kami mendorong agar enam bulan selesai,” ujarnya.

Faisal menambahkan, kilang PT Pertamina (Persero) bisa merubah produksi bensin RON 88 ke 92 tanpa menambah fasilitas.

Kilang Pertamina, lanjutnya, bisa segera memproduksi bensin RON 92 dengan menambahkan “methyl tertiary butyl ether” (MTBE) pada pertamax off.

“Prosesnya, tangki bensin RON 88 dikuras dahulu, baru dimasukkan RON 92 melalui pencampuran pertamax off dengan MTBE,” katanya.

Pada Jumat (9/1), Tim menjadwalkan pertemuan dengan manajemen Pertamina untuk membahas biaya perubahan bensin RON 88 ke 92. “Kami ingin tahu berapa tambahan ongkosnya,” ujarnya.

Selanjutnya, menurut Faisal, kelebihan produksi nafta dari kilang yang sebelumnya diekspor bisa dipasok ke PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) untuk menghasilkan bensin RON 92.

Produksi RON 92 kilang TPPI tersebut bisa dilakukan dalam dua minggu. “Kami harapkan persoalan TPPI bisa segera selesai, sehingga bisa segera berproduksi,” katanya.

Selain perubahan RON 88 ke 92, Tim juga merekomendasikan penghentian kontrak impor RON 88. “Jadi hanya menghabiskan kontrak lama saja,” kata Faisal. (ant/BJ)