Home Headline Penggelembungan Suara, KPU Diduga Terlibat

Penggelembungan Suara, KPU Diduga Terlibat

Kuasa Hukum paslon nomor 1 Rangkey Margana saat menggelar jumpa pers soal penggelembungan suara.

Semarang, 11/12 (BeritaJateng.net) – Kasus penggelembungan suara dengan cara mencoblos surat suara salah satu paslon diduga melibatkan oknum Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Semarang.

Pasalnya, berdasarkan keterangan pelaku yang tidak lain merupakan ketua KPPS TPS 10 Kelurahan Bandarharjo, Yanto menyatakan surat suara diterima sehari sebelum pencoblosan tertanggal 8 Desember 2015 dalam keadaan sudah di lubangi atau dicoblos pada nomor urut 2 paslon Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu.

“Mana mungkin ada surat suara yang serupa aslinya kalau tidak ada kongkalikong antara paslon nomor 2 dengan oknum dari KPU,” ujar Rangkey Margana, kuasa hukum paslon nomor 1 Soemarmo Hs-Zuber Safawi.

Menurut Rangkey, ada dugaan KPU kota Semarang tidak independent dan memihak salah satu paslon.

“Kenapa ada surat suara sebelum pencoblosan. Ini pelanggaran namanya, kami menduga ini ada keterlibatan kPU,” katanya.

Ditanya langkah lebih lanjut, Rangkey menyatakan akan membawa kasus penggelembungan suara ke jalur hukum apabila keputusan Panwas dianggap tidak adil.

“Pemilukada jelas tidak fair kalau ada oknum KPU yang tidak independent. Menurut saksi, surat suara tersebut asli, sehingga kami menduga ini ada oknum KPU yang terlibat,” katanya.

Jika penggelembungan suara masif dan terjadi merata di sebagian besar TPS di kota Semarang, pihaknya kan membawanya ke ranah hukum bahkan hingga MK. (BJ)