Home Lintas Jateng Penggali Sumur Harus Miliki Peralatan Memadai

Penggali Sumur Harus Miliki Peralatan Memadai

Penggali Sumur Harus Miliki Peralatan Memadai

Penggali Sumur Harus Miliki Peralatan Memadai

Kudus, 26/11 (Beritajateng.net) – Penyedia jasa membuat sumur maupun penguras sumur di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diminta melengkapi dirinya dengan peralatan yang memadai guna menghindari kecelakaan kerja yang bisa mengakibatkan jatuhnya korban jiwa kata Kapolsek Kaliwungu AKP Sardi.

“Dengan adanya peralatan yang memadai diharapkan kasus tewas akibat kecelakaan kerja ketika menguras sumur seperti yang terjadi di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, tidak terulang,” ujarnya di Kudus, Rabu.

Peralatan yang seharusnya dilengkapi, kata dia, salah satunya soal tali pengaman ketika mereka bekerja sehingga ketika ada salah satu pekerja yang sedang berada di dalam sumur dan membutuhkan pertolongan bisa langsung diberikan pertolongan.

Hanya saja, lanjut dia, karena tidak memiliki peralatan yang memadai, akhirnya salah satu dari tiga pekerja yang bernama Naryanto (45) yang bertugas menguras sumur milik Nuraini warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, tewas di dalam sumur.

Kronologis kejadian, lanjut dia, berawal ketika tiga orang, termasuk korban melakukan pengurasan sumur milik Nuraini yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB.

Setelah air yang ada di dalam sumur berkurang, lanjut dia, korban mencoba turun ke dalam sumur dengan kedalaman 10 meter sekitar pukul 09.00 WIB.

“Korban yang meminta pertolongan teman pekerjanya memang sempat ditolong untuk diangkat dengan tali, namun tiga orang yang berada di atas sumur tidak kuat menariknya,” ujarnya.

Upaya pertolongan dilakukan hingga dua kali, namun tetap tidak membuahkan hasil.

Akhirnya, lanjut dia, korban tewas di dalam sumur setelah sebelumnya sempat berkomunikasi mengeluh sesak nafas, kemudian proses evakuasi korban menunggu tim BPBD Kudus yang memiliki peralatan memadai.

“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.30 WIB, kemudian korban diantar langsung ke rumah keluarganya di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus,” ujarnya.

Keluarga korban yang berada di tempat kejadian, lanjut dia, menyatakan keikhlasannya atas peristiwa yang terjadi tersebut.

Berdasarkan hasil visum dokter Puskesmas Kaliwungu, meninggalnya korban diduga karena kekurangan oksigen dan kelelahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catur Sasi Penanggungan membenarkan, bahwa tim BPBD Kudus turut membantu proses evakuasi korban dari dalam sumur.

Ia berharap, pekerja yang aktivitas kerjanya berisiko tinggi tetap harus mempertimbangkan keselamatan kerjanya, termasuk pekerja sumur untuk melengkapi dirinya dengan peralatan dan pengetahuan yang memadai.

“Mereka juga harus memahami tata cara mengetahui sumur tersebut mengandung gas beracun atau tidak serta teknik memberikan pertolongan terhadap korban yang berada di dalam sumur,” ujarnya.

Untuk antisipasi agar kasus serupa tidak terulang, kata dia, BPBD Kudus akan mempertimbangkan memberikan pembinaan kepada para pekerja sumur.

Beberapa waktu lalu, kata dia, peristiwa pekerja sumur meninggal di dalam sumur juga pernah terjadi di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kudus.(ant/pj)

Advertisements