Home Ekbis Pengembangan Bawang Merah di Kabupaten Pekalongan Prospektif

Pengembangan Bawang Merah di Kabupaten Pekalongan Prospektif

759
0
Pengembangan Bawang Merah di Kabupaten Pekalongan Prospektif
       KAJEN, 24/10 (BeritaJateng.net) – Melihat struktur tanah dan iklim yang tidak terlalu panas maupun dingin, wilayah Kota Santri memiliki potensi pengembangan bawang merah. Hal tersebut terlihat dari hasil budidaya percontohan pengembangan seluas lahan sekitar 1 hektare mampu menghasilkan 15 ton kering panen.
       Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Siswanto mengatakan, pemerintah daerah tengah mengembangkan bawang merah sebagai alternatif budidaya pertanian bagi petani selain padi dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat. Dari 1 hektare lahan yang terbagi di Kecamatan Karanganyar dan Tirto mampu menghasilkan 15 ton.
       “Padahal jika dibandingkan daerah lain hanya menghasilkan 12 hingga 13 ton saja per hektare. Hal ini menunjukkan bahwa bawang merah juga prospektif dikembangkan di Kabupaten Pekalongan,” kata dia.
        Dikatakannya, dengan hasil 15 ton per hektare bawang merah petani bisa mendapatkan keuntungan Rp 170 juta dari modal sekitar Rp 80 juta. “Keuntungan ini didapat jika petani menjual dengan harga sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Bisa jadi keuntungan tersebut bisa bertambah, mengingat harga jual di pasaran mencapai Rp 22 ribu per kilogram,” terang dia.
        Untuk mendapatkan hasil maksimal, pemerintah daerah sendiri telah melakukan berbagai fasilitas seperti pemberian pupuk, bibit hingga pemberian pengetahuan atau keterampilan kepada petani bagaimana cara budidaya yang baik agar menghasilkan panen optimal.
        “Dengan umur hanya 50 hari bisa panen, diharapkan petani bisa menanam beberapa kali dalam setahun dan menghasilkan keuntungan bertambah. Ke depan kami juga akan melakukan pengembangan budidaya komoditas yang sama di daerah lain,” katanya.
       Pihaknya, meminta para petani yang difasilitasi bisa menularkan ilmunya ke petani lain agar kesejahteraan masyarakat tercapai. “Tidak hanya berfokus pada bawang merah, Kabupaten Pekalongan juga potensi pengembangan kentang dan bawang putih. Kalau ada kendala yang dihadapi petani kami siap membantu. Jangan segan-segan menghubungi,” tandasnya. (ST/EL)