Home DPRD Kota Semarang Pengelolaan Aset Semrawut, Tak Ada PAD Pengelolaan Aset Masuk ke Pemkot Semarang

Pengelolaan Aset Semrawut, Tak Ada PAD Pengelolaan Aset Masuk ke Pemkot Semarang

983
Salah satu aset pemkot yang pengelolaannya dinilai tiak efektif, bahkan tak ada PAD yang masuk ke Pemkot Semarang

Semarang, 5/11 (BeritaJateng.net) – Pengelolaan sejumlah aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, semrawut. Bahkan aset-aset yang dikelola oleh pihak ketiga ini tidak berkontribusi menyumbangkan  Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkot  sendiri sejauh ini kesulitan melakukan penagihan.

Beberapa aset yang tidak jelas pengelolaannya itu di antaranya adalah Lapangan Golf Gombel, Manyaran Indah Golf dan aset jembatan penyeberangan di Plaza Simpang Lima lantai 7. Entah ke mana keuangan aset Pemkot Semarang ini berparkir. Sehingga tidak berkontribusi untuk PAD.

“Semua pengelolaan aset Pemerintah Kota Semarang yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga ini akan dievaluasi. Selama ini, banyak aset pemkot yang dikelola oleh pihak ketiga tidak jelas pengelolaannya,” ungkap Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Mualim.

Dikatakannya, pengelolaan aset milik Pemkot Semarang ini harus dilakukan evaluasi. Hal itu untuk mengurai mengapa selama ini pengelolaannya tidak maksimal. “Dievaluasi mulai dari perjanjiannya seperti apa, kapan masa habis, apakah diperpanjang atau tidak, termasuk bagaimana pemasukan untuk PAD,” katanya.

Aset pemkot jembatan penghubung Ciputra dan Matahari mall dinilai pengelolaannya tak optimal karena tak memiliki kontribusi dalam PAD pemkot Semarang. Padahal sepanjang jembatan pemghubung diisi oleh pedagang dan toko-toko mewah.
Aset pemkot jembatan penghubung Ciputra dan Matahari mall dinilai pengelolaannya tak optimal karena tak memiliki kontribusi dalam PAD pemkot Semarang. Padahal sepanjang jembatan pemghubung diisi oleh pedagang dan toko-toko mewah.

Mualim menyebut, selain aset Lapangan Golf Gombel, Manyaran Indah Golf dan aset jembatan penyeberangan di Plaza Simpang Lima lantai 7. Masih banyak aset lain yang mangkrak. “Tidak hanya tempat golf dan jembatan penyeberangan di Plaza Simpang Lima yang nggak jelas, aset lain yang mangkrak juga banyak. Misalnya lahan kosong bondo deso di kelurahan-kelurahan itu juga parah. Itu tanah asetnya Pemkot Semarang, tapi mangkrak tidak dikelola,” katanya.

Pihaknya mengaku akan mendorong agar pengelolaan aset ini dimaksimalkan agar tidak muspro alias sia-sia. Jangan sampai aset-aset tersebut malah justru dikelola orang yang tidak bertanggungjawab dan uangnya tidak masuk ke kas daerah. “Kalau perlu, nanti sistem pengelolaan dengan cara dilelang. Siapa yang berani memberikan nilai tinggi, kasihkan saja.

Kami mendorong ke arah sana. Termasuk aset parkir yang selama ini dikelola Dishubkominfo yang selama ini sangat kacau. Ini sudah dibicarakan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengatakan, aset milik Pemerintah Kota Semarang, seperti Lapangan Golf Gombel, Manyaran Indah Golf dan aset jembatan penyeberangan di Plaza Simpanglima lantai 7, akan ditarik oleh Pemerintah Kota Semarang. “Aset pemkot yang dikelola oleh pihak ketiga ini tidak memberikan kontribusi maksimal. Bahkan Pemkot kesulitan menagih,” kata dia.

Dikatakan Anang, kondisi ini jika dibiarkan dan tidak mengambil langkah strategis tentu akan merugikan. Bahkan penyertaan modal dari pemerintah telah tersedot untuk operasional yang digunakan. Ke depan, kata Anang, hal ini akan ditata agar PAD bisa terukur.

Salah satu upaya Pemkot Semarang adalah membangun satu Perusahaan Induk (Holding Company) yang diberi nama Perseroan Daerah (Perseroda) Holding Company Bhumi Pandanaran Sejahtera Kota Semarang.

Bhumi Pandanaran Sejahtera ini akan mengakuisisi sejumlah Perusda, termasuk aset pemerintah yang dikelola pihak ketiga. Diharapkan, melalui Holding Company ini nantinya mampu memaksimalkan PAD dan memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya. “Termasuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya. (BJ)