Home Headline Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polisi

Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi

Kudus, 12/3 (BeritaJateng.net) – Aparat Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, menangkap seorang pengedar uang palsu asal Kecamatan Mejobo, Kudus, di sekitar Jalan Pemuda Kudus, Kecamatan Kota, Rabu (11/3).

Menurut Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko didampingi Wakapolres Kompol Yunaldi di Kudus, Kamis, pengungkapkan peredaran uang palsu tersebut berawal dari informasi masyarakat, kemudian dikembangkan petugas untuk memastikan peredaran uang palsu.

Petugas Kepolisian yang berpura-pura menjadi pembeli, kata dia, akhirnya berhasil menangkap pelaku yang bernama Danang (24) asal Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus, ketika hendak bertransaksi di Jalan Pemuda, tepatnya di depan rumah makan Sultan pada Rabu (11/3) pukul 16.00 WIB.

Selain mengamankan pelaku, kata dia, petugas yang menyamar sebagai pembeli uang palsu berhasil mengamankan uang palsu pecahan Rp100.000 sebanyak 29 lembar.

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut dia, uang palsu yang dimiliki pelaku mencapai 100 lembar, namun uang palsu yang lainnya dibakar pelaku.

Awalnya, kata dia, pelaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seseorang berinisial “K” dari Jawa Timur, kemudian baru sadar bahwa uang pinjaman tersebut ternyata uang palsu.

Akhirnya, lanjut dia, uang palsu senilai Rp7,1 juta dibakar pelaku, sedangkan sisanya senilai Rp2,9 juta disimpan.

“Kami masih menyelidiki pengakuan pelaku tersebut, apakah benar demikian atau tidak,” ujarnya.

Hingga kini, kata dia, tersangka yang berinisial “K” masih dalam pencarian petugas, karena diduga sebagai pemasok uang palsu.

Pada kesempatan tersebut, dia mengimbau, masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu dengan melakukan pengecekan keasliannya.

“Pengecekan keaslian uang kertas paling mudah dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang. Pasalnya, uang kertas asli memiliki ciri-ciri khusus yang sulit ditiru,” ujarnya.

Apabila mendapatkan uang palsu, masyarakat diminta segera melapor kepada Kepolisian terdekat.

Sementara itu, pelaku Danang mengakui, uang palsu senilai Rp10 juta diperoleh dari seseoran asal Jatim yang merupakan kenalannya.

“Uang tersebut merupakan uang pinjaman, namun ketika sampai di rumah ternyata uang tersebut palsu,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat melanggar pasal 36 ayat (2) Undang-Undang nomor 7/2012 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan pasal 245 KUHP tentang Uang Palsu dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. (ant/BJ)