Home Nasional Pengawasan Terhadap Gafatar Diserahkan Mendagri

Pengawasan Terhadap Gafatar Diserahkan Mendagri

Semarang, 21/1 (BeritaJateng.net) – Disinggung mengenai tindaklanjut organisasi Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) terkait pengawasan, Polda Jawa Tengah melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas, Kombes Pol Liliek Darmanto menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Itu ranahnya Mendagri, kita tugasnya hanya mengamankan mereka agar tidak diganggu baik saat disana (Mempawah, Kalbar) maupun saat perjalanan,” kata Liliek, di Mapolda Jateng.

Sementara, soal jumlah personil yang disiagakan untuk mengevakuasi ribuan anggota eks Gafatar setelah tiba di Pelabuhan Semarang, Liliek mengatakan baru bisa diketahui setelah rapat selesai hari ini.

“Untuk berapa jumlah kekuatannya kita akan tunggu rapat hari ini. Perkiraan sementara 1500 orang eks Gafatar akan tiba di Semarang untuk dipulangkan, tapi lebih tepatnya nanti data dari Mempawah, Kalimantan Barat,” jelasnya.

Rapat yang dimaksud diketahui masih berlangsung hari ini. Selain Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, rapat juga dihadiri Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Kajati Jateng, Sekda Provinsi dan unsur-unsur pengamanan di Jawa Tengah.

Nampak hadir juga Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin dan jajaran Kesbanglinmaspol Provinsi Jateng serta Dishubkominfo Provinsi Jateng.

“Begitu mereka datang di Tanjung Mas dipilah-pilah dulu, mana yang jurusan Solo, Sragen, Klaten, dan daerah lainnya. Tapi tujuan utama Solo dan Yogyakarta,” tandas Liliek.

Sebelumnya, kurang lebih sebanyak 1500 pengikut Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) yang berasal dari Jawa Tengah dan DIY akan dievakuasi dan dipulangkan dari Kalimantan Barat.

“Untuk Jawa Tengah diperkirakan 1500 orang termasuk ibu dan anak,” tutur Liliek.

Menurutnya, pemulangan anggota organisasi yang tengah jadi sorotan masyarakat itu dilakukan pasca peristiwa pembakaran terhadap camp milik Gafatar yang berada di Kalimantan Barat.

“Akibat pembakaran camp Gafatar yang ada di Kalimantan Barat ternyata banyak penganut dari paham ini kembali ke tempat masing-masing, khususnya Jawa Tengah,” ungkapnya.

Terkait sistem pengamanan dan pemulangan anggota Gafatar dari Kalimantan Barat, sebanyak tiga kapal TNI AL akan digunakan untuk mengangkutnya. Kapal-kapal tersebut kini sudah belayar menuju Kalimantan Barat, dan diperkirakan tiba di tempat tujuan pada hari Minggu, tanggal 24 Januari 2016.

“Kapal diperkirakan merapat sampai ke Pontianak sana pada hari Minggu (24/1). Kemudian belayar menuju Semarang, dan diperkirakan tiba hari Rabu (27/1),” tandas Liliek. (Bjt02)