Home Headline Pengamat: Ganjar Berpeluang Kuat Dapat Rekomendasi

Pengamat: Ganjar Berpeluang Kuat Dapat Rekomendasi

917
0

SEMARANG, 03/01 (Beritajateng.net) – Pengamat Politik Undip Semarang Teguh Yuwono memperkirakan peluang Ganjar Pranowo cukup besar untuk mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan. Besarnya peluang Ganjar disebabkan oleh popularitas dan elektabilitas petahana dibanding tokoh tokoh lain yang mendaftar sebagai Cagub di PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

Teguh menjelaskan, selain Ganjar, yang memiliki peluang cukup besar lainnya adalah Bupati Kudus Musthofa “Kalau prosesntase, mungkin lebih banyak ke Ganjar. Tapi Musthofa tetap punya peluang,” ucap Pengamat Politik dan Pemerintahan Undip Semarang, Teguh Yuwono dihubungi melalui telpon, Rabu (03/01).

Nama Musthofa bisa muncul, lanjutnya, karena persiapan yang sudah dilakukan jauh-jauh hari. Bupati Kudus dua periode ini telah menyebar baliho di banyak titik di penjuru Jateng. Meski baliho itu bukan sebagai sosialisasi sebagai bacagub, setidaknya warga Jateng sudah akrab dengan nama dan wajah Musthofa.

“Tapi bukan tidak mungkin justru Musthofa dipasangan dengan Ganjar sebagai wakil gubernur. Memang, dulu pendaftarannya sebagai bacagub. Kalau Bu Mega memerintahkan sebagai wakil gubernur mendampingi Ganjar, pasti akan tegak lurus,” bebernya.

Mengenai kemungkinan nama-nama yang berpeluang menjadi bakal calon gubernur (bacawagub), Teguh memperkirakan petahana Heru Sudjatmoko masih jadi pertimbangan Megawati. Sebab, melihat sepak terjang, Heru nyaris sempurna mendampingi Ganjar selama ini. Sayang, umur Heru yang sudah tidak lagi muda, akan meredupkannya untuk kembali bertarung di Pilgub Jateng.

Jika memang seperti itu, nama Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi, berpeluang muncul mendampingi Ganjar atau Musthofa.

“Saya merasa Hendi sudah layak berkiprah di Jateng, bukan hanya Kota Semarang saja. Pada Pilgub selanjutnya, ketika Ganjar tidak bisa maju lagi, Hendi bisa menjadi calon gubernur. Memang, Hendi dulu tidak mendaftar lewat DPD PDIP Jateng. Tapi lagi-lagi, ini kan keputusannya Bu Ketum,” terangnya.

Argumen itu diperkuat dengan adanya kemungkinan kasus e-KTP yang masih menjerat Ganjar. Jika nantinya pengadilan memutuskan Ganjar telrlibat kasus megakorupsi itu, Hendi lebih pantas jadi gubernur daripada Heru.

“Pak Heru kan sudah tidak lincah lagi. Jika terjadi apa-apa dengan Ganjar, pasti PDIP sudah mempersiapkannya. Tugas gubernur dan wakil gubernur itu kan berat. Pasti capek. Jadi Pak Hendi lebih berpeluang daripada petahana Pak Heru,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku tidak was-was menghadapi keputusan Megawati yang tinggal sehari lagi. Dia tetap tenang karena pernah melewati masa-masa itu.

“Tidak nervous, kok. Biasa saja. Yang dulu kan juga seperti ini,” tuturnya.

Ketika dimintai pendapat mengenai kemungkinan melawan Sekda Jateng, Sri Puryono yang kabarnya bakal diusung koalisi poros baru, Ganjar tidak mempermasalahkannya. “Sekda yang dulu saja juga maju melawan petahana,” cetusnya.

Dia berharap, kemunculan poros baru justru sangat baik untuk memperkuat nuansa demokrasi di Jateng. Baginya, Pilgub memang ajang membuat poros baru untuk menggalang kekuatan koalisi partai. Melakukan negoisasi atau komunikasi politik dalam mendukung paslon.

“Banyak kandidat yang menjadi pemimpin di Jateng kan lebih bagus. Daripada hanya satu atau dua paslon saja, kurang asyik,” tegasnya.

(NK)