Home Headline Pengadilan Negeri Semarang Eksekusi Rumah Terakhir di Jalur Tol Semarang-Batang

Pengadilan Negeri Semarang Eksekusi Rumah Terakhir di Jalur Tol Semarang-Batang

173
0
Pengadilan Negeri Semarang Eksekusi Rumah Terakhir di Jalur Tol Semarang-Batang
       Semarang, 3/5 (BeritaJateng.net) – Pengadilan Negeri Semarang mengeksekusi sebuah rumah di Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yang merupakan bangunan terakhir berdiri di ruas proyek tol Batang-Semarang seksi lima.
        Eksekusi yang dipimpin langsung panitera pengganti Pengadilan Negeri Semarang yang berlokasi di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/ AA.36, Kelurahan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (3/5), dihadiri secara langsung oleh Ketua Pengadilan Purwono Edi Santosa.
         Usai pembacaan surat penetapan eksekusi, Ketua Pengadilan Purwono Edi Santosa menjelaskan pelaksanaan eksekusi ini sudah melalui berbagai prosedur yang ditentukan perundang-undangan.
         Ia menjelaskan PT Jasa Marga sebagai pelaksana proyek Tol Batang-Semarang telah menitipkan uang sebesar Rp. 1,9 miliar sebagai pengganti atas bangunan yang berdiri di lahan seluas 288 meter persegi itu.
Pengadilan Negeri Semarang Eksekusi Rumah Terakhir di Jalur Tol Semarang-Batang

Uang pengganti tersebut ditujukan kepada dua pihak, masing-masing Sri Urip dan Oki Jalu Laksono yang memiliki sertifikat tanah sengketa itu.

        “Termohon eksekusi sudah ditawarkan besaran ganti rugi berdasarkan surat penetapan dari pengadilan,” ujarnya.
         Namun, tidak ada itikad baik dari termohon untuk melakukan pengosongan atas tanah dan bangunan itu.Bahkan, lanjut dia, pengadilan juga sudah melayangkan surat peringatan yang tidak pernah ditanggapi hingga akhirnya diterbitkan penetapan eksekusi tersebut.
         Berkaitan dengan tanah sengketa ini, menurut dia, BPN juga telah menerbitkan surat keputusan tentang pencabutan hak kepemilikan lahan tersebut sehingga statusnya kini sudah menjadi milik negara.
        “Uangnya sudah ada, kami tidak ada urusan siapa yang lebih berhak atas uang titipan ini. Yang pasti harus ada kejelasan mengenai status kepemilikan tanah,” katanya.
Pengadilan Negeri Semarang Eksekusi Rumah Terakhir di Jalur Tol Semarang-Batang
        Sementara Sutardji, Humas Waskita menjelaskan terkait masalah ganti rugi yang masih dipersoalkan oleh pemilik lahan PT Waskita selaku pelaksana konstruksi jalan tol Semarang – Batang menjelaskan  jika hal tersebut sudah diselesaikan melalui pihak ppk yang dianjutkan ke Pengadilan Negeri  Semarang
         “Yang dipermasalahkan muncul dua sertifikat antara Sri Urip dan Oki Jalu Laksono, selaku pihak yang sudah punya ingkrah di pengadilan atas tanah tersebut, terkait ganti rugi PN yang menentukan,” ujarnya.
         Bangunan terakhir dengan luas tanah 228 meter persegi,  sebelumnya sempat menjadi penghalang jalannya pengerjaan proyek jalan tol semarang-batang. Dengan pembongkaran ini proyek jalan tol semarang batang, pengerjaannya yang sudah 95 persen diharapkan bisa menjadi jalan fungsional pada mudik lebaran nanti. (Nh/El)