Home Headline Pendidikan Tinggi Vokasi Diharap Hasilkan Masyarakat yang Berbudaya, Kreatif dan Toleran

Pendidikan Tinggi Vokasi Diharap Hasilkan Masyarakat yang Berbudaya, Kreatif dan Toleran

353
0

Pendidikan Tinggi Vokasi Diharap Hasilkan Masyarakat yang Berbudaya, Kreatif dan Toleran
SEMARANG, 6/12 (Beritajateng.net) – Bangsa Indonesia memiliki puluhan ribu pulau dengan masyarakat yang kaya akan aneka ragam budaya serta memiliki banyak sekali potensi baik alam maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan demikian banyak juga ditemukan berbagai kelompok atau komunitas
dengan ciri dan karakteristik yang beraneka ragam.

Keberadaan berbagai kelompok atau komunitas keberadaan berbagai kelompok atau komunitas yang beraneka ragam tersebut ditambah keanekaragaman sumber daya alam merupakan modal yang sangat besar dalam meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia bekerjasama dengan Konsorsium Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dan Yayasan Penabulu mengadakan Sosialisasi, Launching Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren, Dan Pameran Industri dengan tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Mewujudkan Bela Negara Masyarakat Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Melalui Pendidikan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren”.

“Pendidikan yang lebih berorientasi keterampilan atau vokasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ungkap Ir. Agus Jui Purmawan, M.Si Ketua Tim Percepatan dan Pendampingan Pembentukan Akademi Komunitas Berbasis
Pesantren kerjasama LPTNU-Penabulu di Semarang, Kamis (6/12).

Melalui pendidikan tinggi, lebih khusus adalah pendidikan berbasis keterampilan menjadi faktor yang cukup penting untuk dikembangkan guna terwujudnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara lebih
cepat. Peran pendidikan yang lebih berorientasi keterampilan atau vokasi lebih
strategis dalam mendorong terjadinya optimalisasi pendayagunaan potensi sumber daya yang berbeda-beda di setiap daerah. Melalui pendidikan tinggi vokasi diharapkan akan dihasilkan masyarakat (intelektual, ilmuwan, profesional, dan inovator) yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kepentingan bangsa.

Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, mengatur bahwa Akademi Komunitas (AK) adalah bentuk perguruan tinggi selain dari bentuk perguruan tinggi yang sudah ada yaitu: universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi. Akademi Komunitas merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi program Diploma Satu (D-I) dan/atau Diploma Dua (D-II) dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan
khusus.

Pendidikan pesantren adalah pendidikan tertua di Indonesia, hingga saat ini model
pendidikan pesantren masih bertahan di tengah-tengah modernisasi pendidikan di luar pesantren itu sendiri. Pesantren sesungguhnya terbangun dari konstruksi kemasyarakatan dan kondisi sosial yang menciptakan suatu gerakan atas perjalanan sosial yang dialaminya. Pesantren merupakan salah satu pemicu terwujudnya perubahan sosial. Kondisi ini terjadi karena pesantren hadir terbuka
dengan semangat kesederhanaan, kekeluargaan, dan kepedulian sosial.

Konsepsi perilaku yang ditampilkan pesantren ini mempunyai daya rekat sosial yang tinggi dan sulit ditemukan pada institusi pendidikan lainnya. Pesantren dengan semua potensinya yang sudah teruji selama ratusan tahun jika dikerjasamakan dengan pendidikan tinggi dan industri yang memiliki potensi pengembangan
teknologi, pengetahuan, dan inovasi, maka dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang kuat dan cepat menuju tercapainya Making Indonesia 4.0” dan mendorong ketahanan nasional.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia bekerjasama dengan Konsorsium Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama
(LPTNU) dan Yayasan Penabulu mengadakan Sosialisasi, Launching Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren, Dan Pameran Industri dengan tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Mewujudkan Bela Negara Masyarakat Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Melalui Pendidikan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren” katanya.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah Mensosialisasikan bentuk dan persyaratan pendirian Pendidikan Tinggi Akademi Komunitas yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat (swasta). Meningkatkan komunikasi antara Industri dan Pesantren yang akan mendirikan Akademi Komunitas melalui Pameran Industri.Tujuan lainnya adalah Membangun kesepahaman bersama antara Perguruan Tinggi Negeri, Industri, dan Pesantren yang akan mendirikan Akademi Komunitas.

Selain itu juga mensosialisasikan nilai-nilai dasar bela negara kepada masyarakat umum, Sosialisasi dan Diseminasi pembangunan kesadaran Bela Negara di Kalangan perempuan, pemuda, pelajar, dan mahasiswa. Internalisasi nilai-nilai dasar Bela Negara pada lembaga pendidikan formal, non�formal, dan informal.
Implementasi Bela Negara melalui Kearifan dan Keunggulan Lokal yang berdasarkan Asta Gatra.

Selain kegiatan Sosialisasi, Launching Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren, dan pameran industri, pada kegiatan yang mengundang Pemerintah Propinsi, Pelaku Industri, Perguruan Tinggi, serta 99 Pesantren dari seluruh Kabupaten di Jawa Tengah ini juga akan dilakukan penandatanganan kesepahaman bersama antara LPTNU dengan 7 Perwakilan Industri dan 7 Perwakilan Perguruan Tinggi untuk mendukung Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren.

Melalui sosialisasi, launching gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren, dan Pameran Industri ini diharapkan akan mampu mendorong pendirian Akademi Komunitas oleh Pesantren. Melalui Akademi Komunitas tersebut diharapkan terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendorong terwujudnya upaya bela negara masyarakat Indonesia, khususnya santri, dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Sehingga cita-cita Negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dapat tercapai.
(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here