Home Headline Penderita HIV/AIDS Pekanbaru Bertambah 117 Orang

Penderita HIV/AIDS Pekanbaru Bertambah 117 Orang

365
0
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru, 12/3 (BeritaJateng.net) – Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyatakan jumlah penderita HIV/AIDS yang terdeteksi di wilayah itu bertambah 177 orang hanya dalam tempo tiga bulan terakhir di awal tahun 2015.

“Mereka terdiri dari 94 pederita HIV dan 83 orang AIDS,” kata Sekretaris KPA Pekanbaru Hasan Supriyanto, di Pekanbaru, Kamis.

IA menjelaskan, peningkatan kasus ini adalah terbesar sepanjang sejarah pencatatan kasus HIV/AIDS di Pekanbaru. Sejak dilakukan pemeriksaan sukarela terhadap penyakit mematikan itu melalui Puskesmas pada 2004, ada 601 orang yang terinveksi HIV dan 607 AIDS hingga tahun 2014.

Menurut dia, kaum pria masih mendominasi sebagai teresiko terjangkit, diikuti oleh Pekerja Seks Komersial (PSK) kaum wanita. Penularan paling besar masih disebabkan penyalahgunaan narkoba dengan penggunaan alat suntik.

Dia memaparkan, penularan HIV/AIDS di Pekanbaru semakin mengkhwatirkan. Bahkan untuk ibukota ini penyakit ini sangat berisiko diderita semua profesi. Dari data, rata-rata profesi PSK paling berisiko terhadap penyebaran penyakit karena hubungan seks bebas.

“Yang meninggal sudah mencapai ratusan, dan (penderita) ibu rumah tangga tahun ini jumlahnya meningkat dari peringkat ke-empat tahun 2014 menjadi ke-tiga tahun ini,” paparnya.

Karena itu, pihaknya belum lama ini sudah menggelar rapat koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyusun strategi bersama pencegahan penyakit yang membunuh kekebalan tubuh ini.

“Harapan kami tentunya SKPD untuk ikut mengambil bagian upaya pencegahan sesuai dengan tupoksinya,” kata Hasan. Menurut dia, saat ini upaya prefentif penularan perlu dimulai dari penyadaran masyarakat untuk mau memeriksakan dirinya secara sukarela ke tempat pelayanan HIV/AIDS. Apalagi pemerintah sudah menyediakan puskesmas sebagai tempat pemeriksaan awal dengan gratis.

Dengan mengetahui sejak dini siapa yang terjangkit, lanjutnya, maka akan bisa lebih mudah menekan penularannya dengan memberikan pendampingan kepada terjangkit.

Jika suatu wilayah ada yang terjangkit kasus HIV/AIDS, ia meminta agar segera membawanya ke puskesmas dan diobati.

Dalam data tersebut tertera bahwa ada tujuh orang warga Tenayan Raya yang baru terindikasi HIV. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Helda Suryani Munir mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari pihak puskesmas ataupun masyarakat terkait ditemukannya sejumlah warga di Tenayan Raya terjangkit HIV/AIDS.

“Kalau dari Diskes belum dapat laporan resminya di wilayah tersebut ada warga yang terjangkit HIV/AIDS,” kata Helda.

Menurut Helda, kasus HIV untuk saat ini berada dirangking ke- 3 sebagai penyakit mematikan. Untuk itu, Diskes Pekanbaru mengimbau kepada seluruh pasangan untuk setia kepada satu pasangan dan tidak bergonta ganti.

“Saya imbau keluarga untuk membentengi iman dan taqwa dari hal yang paling kecil,” katanya. (ant/BJ)