Home Lintas Jateng Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Belum Dihentikan

Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Belum Dihentikan


Banjarnegara, 19/12 (Beritajateng.net) – Komandan Komando Distrik Militer 0704/Banjarnegara Letnan Kolonel Infanteri Edy Rochmatullah mengatakan bahwa hingga saat ini belum diputuskan penghentian pencarian korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang.
“Pencarian dimaksimalkan, namun kendala kita adalah cuaca yang agak kurang bersahabat. Siang ini hujan, kemarin juga hujan,” kata Edy di Posko Penanggulangan Bencana Tanah Longsor Dusun Jemblung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara yang berlokasi di Kantor PGRI-KPRI Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya meminta tim gabungan untuk memaksimalkan pencarian korban meskipun operasi tersebut dihentikan untuk sementara hingga hujan reda.
Saat ditanya apakah operasi pencarian korban diakhiri jika hujan tidak kunjung reda, dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan jika hari Jumat (19/12) merupakan hari terakhir evakuasi.
“Kita nanti akan evaluasi, dapatnya berapa, pelaksanaannya bagaimana, kita sampaikan kepada keluarga dan masyarakat yang ada korbannya. Kalau nanti keluarga korban sudah menerima, sudah mengikhlaskan, nanti akan kita tindaklanjuti,” kata dia selaku Komandan Operasi Pencarian Korban Longsor Dusun Jemblung.
Kendati demikian, dia mengakui bahwa kondisi jenazah jika telah lebih dari lima hari sudah tidak memungkinkan lagi.
Dalam hal ini, dia mencontohkan kondisi jenazah yang ditemukan pada hari ke-7 pencarian sudah mengeluarkan cairan dan sebagainya sehingga memerlukan penanganan khusus.
“Kemudian kondisi lapangan kita ketahui, kemarin kita sudah buka jalannya dan normalisasi air, tapi kenyataannya turun hujan deras, tertutup kembali, kita normalisasi kembali. Kemudian sedianya kalau kondisi cuaca bagus, alat berat bisa masuk ke tempat-tempat yang disinyalir di situ banyak jenazah, namun kenyataannya kita belum berani berspekulasi menggunakan alat berat tersebut,” katanya.
Disinggung mengenai jumlah jenazah yang ditemukan pada hari ke-7 pencarian, Edy mengatakan bahwa tim gabungan menemukan empat jenazah sehingga secara keseluruhan jumlah jenazah yang telah ditemukan sebanyak 90 orang.
Akan tetapi, dia mengaku belum mengetahui apakah empat jenazah tersebut merupakan warga Dusun Jemblung atau warga yang kebetulan melintas saat bencana longsor itu terjadi pada tanggal 12 Desember 2014.
Salah seorang pengungsi asal Dusun Jemblung, Yanto (26) mengaku kehilangan tiga anggota keluarganya dalam bencana tanah longsor yang terjadi pada tanggal 12 Desember 2014.
“Saya berharap proses pencarian jenazah tetap dilanjutkan,” katanya.
Sebelumnya, Komandan Komando Resor Militer 071/Wijayakusuma Kolonel Infanteri Edison mengatakan bahwa berdasarkan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan hingga hari Kamis (18/12) sebanyak 86 orang, diketahui 32 jenazah merupakan warga Dusun Jemblung sedangkan 54 orang lainnya berasal dari luar Jemblung.
Padahal, jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor pada tanggal 12 Desember diperkirakan sebanyak 108 orang.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendekatan dengan keluarga korban untuk meminta keikhlasan mereka atas jenazah anggota keluarganya yang belum ditemukan.
“Insya Allah saat tahlilan, saya akan sampaikan itu,” katanya. (ant/BJ)