Penari Semarang Ini Kenalkan Tarian Indonesia ke Luar Negeri

Ipung, penari asal Semarang ini perkenalkan tarian Indonesia ke kancah internasional.
Ipung, penari Semarang ini perkenalkan tarian Indonesia ke kancah internasional.

Semarang, 30/8 (BeritaJateng.net) – Ipung Purwani kenalkan seni tari Indonesia ke luar negeri, melalui sanggarnya “Sanggar Tanah Airku” yang berada di Banyumanik Semarang.

Keberadaan seni tari cukup memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan pariwisata di Kota Semarang. Hal tersebut terbukti kesenian tari menjadi menu wajib saat pembukaan even-even besar baik yang diselenggarakan pemerintah kota maupun tingkat provinsi.

Dibalik kemajuan kesenian tari di Kota Semarang ini, ternyata sosok perempuan kelahiran Klaten, 28 maret 1974. Perempuan ini bernama lengkap Ipung Purwani, dan hingga  sekarang aktif mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata (Stiepari) Kota Semarang mulai tahun 2014. Banyak tawaran untuk mengisi even-even di Kota Semarang.

“Banyak mahasiswa kami khususnya seni tari sering diundang untuk mengisi dieven-even besar yang diadakan di kota Semarang, baik itu pemerintah daerah maupun provinsi,” kata perempuan lulusan Institut Seni Indonesa (ISI) Jurusan Seni Tari Surakata.

Perempuan yang sekarang juga mengajar di TK dan KB Siti Sulaechah Jalan Ahmad Yani Semarang, sebagai guru seni tari menambahkan, keberadaan seni tari di Semarang cukup bagus dan diakui oleh pemerintah. Tetapi masih perlu ditingkatkan kembali.

“Namun, pemerintah perlu meningkatkan lagi dengan mengadakan lomba-lomba tari, peserta anak-anak mulai dari TK hingga SMA. Langkah ini saya kira cukup membantu untuk meningkatkan jiwa kesenian di kalangan anak-anak dan juga menjaga tradisi seni tari di Kota Semarang,” tambahnya.

Hal ini berdeda pada tahun 2006, saat dirinya pertama kali tiba di Semarang. Menurut, perempuan yang sekarang tinggal di Kelurahan Pedalangan Kecamatam Banyumanik Semarang ini, keberadaan seni tari di Kota Semarang sekaan tenggelam, kurang tampak di bandingkan di Solo.

“Rasa kegelisahan ini, akhirnya saya bersama suami saya membuka sanggar seni tari di sekitar rumah. Alhamdulillah, direspon positif dari masyarakat sekitar, anak-anak yang tinggal di sekitar rumah mau belajar menari dan tanpa biaya sepersenpun,” tambahnya.

Setahun hingga dua tahun keberadaan sanggar yang dinamakan “Sanggar Tanah Airku” ini performanya cukup meluas, khususnya di kalangan pendidikan yakni para guru maupun kepala sekolah di Kota Semarang.

“Hingga saya diundang untuk mengajari seni tari kepada anak-anak mulai dari SD hingga SMP di pelajaran ekstra kulikuler. Terakhir saya mendidik seni tari di SMP 21 Semarang, anak-anak mendapat predikat juara I lomba tari saat di gelar di Kota Semarang,” terangnya.

Selain  itu, perempuan yang menguasai dasar-dasar tari dan bahkan menguasai jenis-jenistari mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Jawa Barat, Yogyakarta, bahkan Sumatera ini pernah mendampingi mahasiswa tampil diacara yang digelar di Thailand yaitu Event Korat International Art and Cultural 2016 Thailand.

“Kami tidak menyangka bisa tampil di Thailand, karena penampilan ini tidak lepas mahasiswa Stiepari Kota Semarang mendapatkan juara dua dan tiga dalam lomba tari yang di gelar di Universitas Indonesia (UI) Jakarta,” paparnya.

Selama di Thailand respon para tamu undangan terhadap seni tari di Indonesia, lanjut Ipung cukup mendapatkan sambutan yang meriah.

“Waktu itu, kami tampilkan kesenian Tari Gelang Room dari Banyuwangi, Tari Cunduk Menur dari Madura dan Tari Pendet dari Bali,” jelasnya. (BJ06)

SHARE

Tulis Komentar Pertama