Home Hukum dan Kriminal Penangguhan Penahanan Terduga Korupsi BPBD Belum Ditanggapi

Penangguhan Penahanan Terduga Korupsi BPBD Belum Ditanggapi

Ilustrasi korupsi
Penangguhan Penahanan Terduga Korupsi BPBD Belum Ditanggapi
(ilustrasi)

Kudus, 11/11 (BeritaJateng.Net) – Pengajuan penangguhan penahanan yang diajukan oleh Sugiyanto, tersangka kasus dugaan korupsi belanja logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini belum ada jawaban dari Kejaksaan Negeri setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kudus Amran Lakoni di Kudus, Selasa (11/11), mengakui, hingga kini Kejari Kudus memang belum memberikan jawaban atas permohonan pengajuan penangguhan penahanan salah satu dari lima tersangka dugaan korupsi BPBD Kudus tersebut.

“Keinginan kami kasus tersebut secepatnya selesai sehingga tidak perlu menunggu lama,” ujarnya.

Sementara penahanan para tersangka, kata dia, salah satunya untuk memudahkan proses penanganan kasus tersebut. Ia mengakui, tersangka Sugiyanto memang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kudus, kemudian setelah sembuh kembali menjalani penahanan yang dititipkan di Rumah Tahanan Negara Kudus.

Belum selesainya proses penyidikan kasus dugaan korupsi belanja logistik pada BPBD Kudus, salah satunya karena masih harus menunggu selesainya proses audit kerugian negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng.

“Hingga kini, audit tersebut memang belum rampung,” ujarnya.

Terkait kapan selesainya, dia berharap secepatnya selesai sehingga kasus tersebut bisa dituntaskan, termasuk berita acara pemeriksaannya bisa dilimpahkan dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut umum.

Hanya saja, lanjut dia, BPKP yang bisa menjawab kapan audit tersebut bisa selesai. Upaya koordinasi, katanya, masih terus dilakukan, termasuk hari ini (Selasa) ada perwakilan dari Kejari Kudus yang mendatangi kantor BPKP Jateng.

Permohonan penangguhan penahanan diajukan tersangka Sugiyanto ke Kejari Kudus sejak Jumat (17/10). Meskipun belum ada hasil audit dari BPKP, Kejari Kudus menetapkan lima tersangka, yakni Sugiyanto, Sudiarso, Nur Kasian, Rudhy Maryanto dan Muslimin.

Tiga tersangka, yakni Sugiyanto, Sudiarso, dan Nur Kasian ditahan lebih awal pada Selasa (7/10), sedangkan satu tersangka baru yang bernama Rudhy Maryanto ditahan Selasa (14/10) bersama dengan rekanan BPBD Kudus, Muslimin.

Para tersangka diduga terlibat dugaan penyimpangan dana belanja kebutuhan logistik di BPBD Kudus tahun anggaran 2012 diperkirakan mencapai Rp600 juta. Adapun jumlah dana yang terindikasi terjadi penyimpangan sekitar Rp193 juta dari total belanja secara keseluruhan.

Sementara itu, kuasa hukum Sugiyanto, Mohamad Kumaidi ketika dihubungi lewat telepon belum ada tanggapan.

Keterangan sebelumnya, bahwa alasan penangguhan penahanan karena kliennya selama ini cukup kooperatif jika dimintai keterangannya oleh Kejari Kudus serta kliennya juga masih menjabat sebagai Kepala UPT Alat Berat dan Perbengkelan pada Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kudus. (ant/pri)