Home Headline Penahanan Jaksa Memisahkan Ibu dengan Bayinya

Penahanan Jaksa Memisahkan Ibu dengan Bayinya

297
0

jaksa

Kudus, 30/3 (BeritaJateng.net) – Ibu dua anak yang berada di balik jeruji besi ruang tahanan Pengadilan Negeri (PN) Kudus menunggu giliran sidang, termenung menatapi bayinya yang masih berusia 3 bulan dalam gendongan neneknya. Sebelumnya, wanita muda ini tidak pernah membayangkan akan menghuni hotel prodeo dan meninggalkan bayinya dalam waktu cukup lama.

”Saya disidang karena dituduh menganiaya selingkuhan suami saya. Memang, karena emosi saya menggigit lengan wanita selingkuhan suami saya yang berbuntut laporan ke polisi,” tutur Maryati (26) asal Desa Bulungcangkring RT 02/ RW 06, Kecamatan Jekulo Kudus mengawali ceritanya dari balik terali besi tahanan PN Kudus, Senin (30/3) siang.

Ketika mendapati suaminya berselingkuh dengan janda beranak dua yang kontrak didepan rumahnya 2 November 2014 pukul 16.30 silam, saat itu Maryati sedang hamil delapan bulan. Menurutnya, karena melihat suaminya sedang berpelukan dengan wanita tetangganya, emosinya langsung memuncak.

Tanpa menimbang resikonya, maryati langsung melabrak masuk dan mendekati janda yang dikenal bernama Wiranti Yusi Suryandari berusia 34 tahun. Dalam kondisi emosi tidak terkendali, Maryati mendekat lalu melampiaskan kejengkelannya dengan menggigit lengan kanan Yusi.

Mengetahui ada keributan antara Maryati dengan Yusi, beberapa tetangganya berdatangan untuk melerai. Sementara suami Maryati, Sugiyanto (32) pergi ke makam orang tuanya meninggalkan istri dan selinguhannya yang sedang berkelahi.

Sebelum proses penyidikan dilakukan di Polsek Jekulo, masih tutur Maryati, pelapor yakni Yusi bersedia damai dan mencabut laporannya asal disediakan uang damai sebanyak Rp 50 juta. Namun, permintaan tersebut tidak mungkin bisa dipenuhi karena suaminya hanya pedagang kertas bungkus yang hasilnya tidak menentu.

”Apalagi ketika tuntutan itu disampaikan saya sedang hamil delapan bulan dan sedang butuh uang untuk biaya persalinan,” tambahnya.

Karena tawaran damai bersyarat yang diajukan pelapor tidak bisa dipenuhi, maka perkaranya terus berjalan. Hanya saja, selama proses penyidikan di Polsek Jekulo pihak penyidik tidak melakukan penahanan.

”Saya ditahan mulai tanggal 3 Maret 2015 oleh Jaksa ketika pelimpahan berkas dari penyidik kepada jaksa penuntut umum (JPU) di Kantor Kejaksaan Negeri Kudus,” katanya.

Sejak saat itu, Maryati dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus dan harus berpisah dengan dua anaknya Sonali Miftachul Probowati (12) dan Sintya Dewi Pertiwi (3 bulan). Maryati mengaku, yang membuatnya trenyuh karena harus berpisah dengan bayinya yang masih membutuhkan air susu ibu (ASI) eksklusif.

Sambil menunggu giliran sidang, Maryati diperbolehkan menyusui bayinya yang belum mengerti apa-apa. Sejenak, kesdihan Maryati terobati karena mempunyai eksempatan menyusui bayinya.

Sidang yang digelar di lantai II PN Kudus dipimpin Ketua Majelis Hakim Heri Susanto dan dua hakim anggota, Wijawiyata dan Moh Nur Azizi dengan JPU Ati. Maryatai dijerat pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

Dalam sidang ke tiga ini, seharusnya mendengar keterangan saksi pelapor dalam hal ini Yusi, tetapi dua kali dipanggil tidak datang. Sidang hanya mendengarkan keterangan saksi Sugiyanto yang tidak lain adalah suami terdakwa.

(BJ12)