Home Headline Pemuda Jangan Alergi Pada Politik

Pemuda Jangan Alergi Pada Politik

123
0

SEMARANG, 26/5 (beritajateng.net) – Saat ini disinyalir banyak masyarakat khususnya kaum muda yang skeptis pada politik, partai politik dan politisi. Kondisi Ini disebabkan banyak politisi yang acuh terhadap masyarakat dan diperparah lagi dengan banyaknya kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik yang notabene merupakan politisi.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengungkapkan, untuk memperbaiki kondisi tersebut pemuda diharapkan tidak antipati terhadap politik, justru pemuda mau masuk partai politik.

“Kalau pemuda yang berkwalitas tidak mau masuk parpol akhirnya yang masuk adalah maling maling yang justru merusak bangsa,” ungkapnya di hadapan peserta sarasehan politik perempuan dan generasi muda di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (26/5).

Bambang Wuryanto yang akrab dipanggil Pacul ini menjelaskan, stigma politik itu kotor dan busuk hanya bisa ditepis dengan perilaku pejabat publik yang bekerja dengan sungguh sungguh dalam mensejahterakan masyarakat dan menjauhi tindak pidana korupsi. Hal itu bisa terjadi apabila parpolnya sehat yakni apabila fungsi partai berjalan dengan baik, fungsi elektoral, aspirasi, edukasi.

“Ini adalah bagian dari proses edukasi ke publik khususnya pemuda agar suatu saat mau masuk partai politik dan menjadi pejabat publik untuk memperbaiki kondisi bangsa,” katanya.

Bentuk edukasi pada masa awal seperti saat ini, tambah Bambang Pacul, adalah edukasi pada hal hal yang bersifat elementer mengingat sarasehan ini diikuti oleh mahasiswa dan pelajar serta organisasi organisasi pemuda.

Kepala Badan Diklat DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah St Sukirno mengatakan, sarasehan diikuti oleh 126 peserta yang berasal dari mahasiswa dan pelajar serta ormas pemuda. Unsur perguruan tinggi yang hadir Untag Semarang dan USM. Pelajar yang hadir dari SMA Negeri 1 Semarang dan SMK 17 Agusgus Semarang. sedangkan ormas yang datang dari Karang Taruna, komunitas juang, Anak Muda Kebumen, UKM perempuan, UKM jepara dan Perempuan Nuansa Mandiri.

“Tujuan dari sarasehan ini adalah
bagaimana menjadikan remaja yang siap berkorban demi negara, nusa dan bangsa. Disamping itu kami ingin membangunkan yg masih tidur untuk mencintai bangsa ini,” pungkasnya

(NK)