Home Headline Pemuda Garda Terdepan Lawan Radikalisme

Pemuda Garda Terdepan Lawan Radikalisme

157
0

SEMARANG, 13/10 (BeritaJqteng. net) – Paham Radikal yang dikenal sebagai Radikalisme saat ini dinilai cukup menghawatirkan bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu harus ditangkal dengan cara deradikalisasi. Salah satu pihak yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam melawan radikalisme adalah remaja, pemuda dan mahasiswa.

Anggota MPR RI Fraksi PDI perjuangan Agustina Wilujeng mengatakan, remaja, pemuda dan mahasiswa harus diberi pemahaman dan terus diingatkan tentang radikalisme dan bahanya terhadap kelangsungan NKRI

“Mereka adalah garda terdepan melawan radikalisme, di pundak merekalah masa depan bangsa ini,” ungkap Agustina dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945) yang diikuti oleh 150 lebih remaja, pemuda dan mahasiswa di Gedung Panti Marhaen Semarang, Jumat sore (13/10).

Karena begitu pentingnya posisi mereka, maka Agustina Wilujeng selalu mendatangkan para remaj, pemuda dan mahasiswa dalam setiap agenda sosialiasi empat pilar, tentu dengan peserta yang berbeda-beda.

“Mereka adalah masa depan bangsa, oleh sebab itu mutlak untuk mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta melawan setiap paham yang mengusik NKRI,” katanya.

Pada kesempatan itu, juga hadir beberapa pembicara lain, diantaranya Bona Ventura, H Soecipto dan Ahmad Ridwan sebgaia moderator. Peserta begitu antusias mengikuti acara tersebut.

Menurut Agustin, virus radikalisme telah banyak menjangkiti kalangan remaja, pemuda, dan mahasiswa. Karena pihaknya pernah menemukan seseorang pemuda yang pikirannya sudah sangat radikal. Demi keutuhan NKRI, hal-hal semacam ini tidak bisa dibiarkan.

“Mereka harus bersih dari ideologi radikal. Sebab sangat berbahaya untuk keutuhan NKRI,” katanya.

Salah satu pembicara pada sosialisasi 4 pilar tersebut, Bona Ventura Sulistiana, mengapresiasi MPR yang giat melakukan kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini. Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk memahamkan tentang Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 serta membentengi rakyat ini dari radikalisme.

“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh para pemuda. Saya sangat mengapresiasi karena manfaatnya sangat besar bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Bona menambahkan, Semakin banyak pemuda yang diberi pemahaman akan bahaya radikalisme, semakin kuat pula bangsa Indonesia dalam menangkal paham yang identik dengan pemaksaan kehendak oleh kelompok tertentu tersebut.

(NK)