Home Lintas Jateng Pemuda Demak Harus Cerdas Menangkal Hoax

Pemuda Demak Harus Cerdas Menangkal Hoax

166
0
Pemuda Demak Harus Cerdas Menangkal Hoax

Demak, 26/10 (BeritaJateng.net) – Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat memiliki manfaat luar biasa sekaligus mempunyai dampak negatif yang tidak kecil.

Pemanfaatan teknologi ini tergantung pada kita bagaimana memanfaatkan atau menyikapinya.

Belakangan ini pertumbuhan smartphone dan media sosial yang begitu merata ke semua kalangan, ternyata diiringi kemunculan berita bohong atau hoaks (hoax) yang kini menjadi keprihatinan semua pihak.

Berita hoax menyebar luas dengan sangat cepat melalui jalur digital, termasuk media sosial, pesan chatting, WhatsApp, Facebook dan lainnya.

Terasa sulit membedakan mana berita yang benar dan hoax. Mengingat berita hoax kerap menyajikan data yang seakan-akan faktual (nyata dan benar) dilengkapi nara sumber, lokasi, keterangan waktu dan diperkuat foto-foto yang juga telah direkayasa sedemikian rupa.

“Jika kita tidak hati-hati, bukan tidak mungkin kita termakan hoax. Bahkan ikut menyebarkan informasi fitnah tersebut,” kata Hasan Hamid, Ketua PWI Demak, Kamis (26/10/2017), saat menjadi narasumber Dialog Pemuda, yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak.

Acara yang berlangsung di Aula SMKN 1 Demak selama dua hari, 25 – 26 Oktober itu, diikuti oleh ratusan pelajar dan organisasi kepemudaan di Kota Wali.

Menurutnya, suburnya hoax disebabkan kultur kemalasan dari masyarakat Indonesia untuk melakukan “check, recheck and crosscheck”, ketika mendapatkan informasi.

Berita hoax sering menggunakan judul sensasional yang provokatif dan langsung menyerang pihak tertentu dan disebarkan melalui medsos. Perlu kecerdasan untuk membedakan konten dalam media sosial dan pers.

“Media sosial itu informasi, belum terverifikasi kebenarannya. Jika ada informasi di medsos, baca dengan teliti, klarifikasi kebenarannya, verifikasi dengan cara membandingkan berita yang sama dari sumber berbeda, jangan langsung diterima atau disebar ulang,” ujar wartawan Suara Merdeka itu.

Selain narasumber dari kalangan Jurnalis, Dialog Pemuda yang mengusung tema Nasionalisme Pemuda di era digital dalam menangkal radikalisme hoax dan kejahatan dunia maya, juga menghadirkan pembicara lainnnya dari unsur TNI, Polri, Dinas Kominfo Demak serta Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak.

Daryanto Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Kabupaten Demak, menyampaikan materi menuju Demak Smart City

Joko Sari, Kabid Pemuda dan Pramuka, Dinpora Demak, menyampaikan materi tentang kepemudaan.

Kapten Kav N Pasaribu, Pasi Ops Kodim 0716 Demak, menyampaikan materi tentang bela negara.

Serta Kasatreskrim Polres Demak, AKP Tri Agung, meyampaikan materi tentang cyber crime.

Muchtar Lutfi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Demak, mengatakan, dialog pemuda ini untuk memfasilitasi para pemuda di Kabupaten Demak dalam menyikapi situasi terkini. Menyusul maraknya berita berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian.

“Hoax itu dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

“Dialog ini, untuk membekali generasi muda di Kota Wali, sehingga mereka mengetahui dan bijaksana dalam menerima informasi dan menyaringnya,” imbuhnya. (Bj/El)