Home Headline Pemprov Jateng Diminta Lebih Siap Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19

Pemprov Jateng Diminta Lebih Siap Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19

SEMARANG, 29/11 (Beritajateng.net) – Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengingatkan Pemprov dan masyarakat untuk mewaspadai ancaman gelombang ketiga Covid-19. Kewaspadaan dibutuhkan karena tak lama lagi ada momentum libur Natal dan Tahun Baru yang lekat dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Bambang meminta semua pihak tak terlena dengan angka Covid-19 yang melandai saat ini. Menurutnya, pandemi Covid-19 belum berakhir dan protokol kesehatan (prokes) tetap harus diterapkan saat beraktivitas. “Masyarakat diharapkan tidak terlena, tetap hati-hati, dan jangan euforia dulu. Mari tetap menjaga prokes saat beraktivitas. Yang tak kalah penting, sebisa mungkin tunda dulu liburan atau mudik akhir tahun ini,” kata pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini, Senin (29/11/2021).

Bambang menyoroti meningkatnya mobilitas masyarakat yang disebabkan pelonggaran pembatasan saat ini. Menurutnya, di beberapa tempat, masyarakat ada yang abai dan melonggarkan prokes. Diantaranya dengan beraktivitas tanpa menggunakan masker dan tidak menjaga jarak. Karena itu, penting untuk terus mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan prokes.

Dia juga meminta Pemprov Jawa Tengah belajar dari gelombang kedua Covid-19 yang melanda Indonesia pada Juni-Juli 2021 lalu. Saat itu kasus Covid-19 naik tinggi karena munculnya varian Delta. Akibatnya, kapasitas rumah sakit tak mampu menampung jumlah pasien Covid-19 yang membeludak. Tak hanya itu, keluarga pasien Covid-19 juga kesulitan mencari oksigen, dan jika ada, harganya pun melambung tak masuk akal. Jawa Tengah bahkan berturut-turut menempati peringkat pertama kasus harian serta kasus kematian akibat Covid-19.

“Pengalaman gelombang kedua lalu sudah seharusnya membuat Pemprov lebih siap menghadapi ancaman gelombang ketiga. Jangan ada lagi cerita pasien kehabisan kamar karena rumah sakit penuh. Jangan ada lagi cerita oksigen langka. Kita semua berharap tidak ada gelombang ketiga, tetapi jika itu terjadi, langkah penanganannya harus lebih baik,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Terlebih saat ini muncul varian Omicron yang berasal dari Afrika Selatan. Dia menilai pemerintah pusat telah melakukan sejumlah antisipasi untuk mencegah masuknya varian ini ke Indonesia. Diantaranya dengan menutup pintu masuk perbatasan dari negara-negara yang terindikasi penyebaran Covid-19 varian Omicron. Selain itu, memperketat aturan masuk Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi munculnya gelombang ketiga Covid-19 adalah mempercepat vaksinasi. Bambang Kribo mendorong vaksinasi digencarkan dan dilakukan secara merata di seluruh wilayah Jawa Tengah, terutama di kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya masih rendah. “Vaksinasi ini penting untuk menciptakan herd immunity. Karena itu distribusinya harus merata agar semua warga negara memiliki hak yang sama. Jangan sampai vaksinasi hanya terpusat di kota-kota besar yang capaiannya sudah tinggi,” paparnya.

Guna menggencarkan vaksinasi, Bambang mengusulkan sentra penyuntikan vaksin Covid-19 didirikan di berbagai fasilitas umum seperti mal dan destinasi wisata. Cara jemput bola tersebut diperlukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses vaksin. Dia juga mendorong masyarakat bersemangat mengikuti vaksinasi guna menciptakan herd immunity.

DPRD Jateng juga mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi atas menurunnya kasus Covid-19 saat ini. Apresiasi diberikan terutama untuk Satgas Covid-19 di berbagai daerah, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan (nakes).

(ADV)